Ilustrasi merasa malu (Ilustrasi Copilot)
INDOZONE.ID - Rasa malu merupakan salah satu bentuk emosi kompleks yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan emosional seseorang.
Perasaan ini bisa dipicu oleh berbagai macam kondisi harian, mulai dari kesalahan minor yang tidak disengaja hingga pengalaman batin yang mendalam.
Apabila tidak dikelola secara bijak, emosi alami manusia ini berpotensi merusak tingkat harga diri, mengganggu keharmonisan hubungan sosial, hingga menurunkan kualitas hidup.
Secara definitif, rasa malu dapat diartikan sebagai sensasi ketidaknyamanan batin yang muncul akibat persepsi kegagalan dalam memenuhi suatu standar tertentu.
Baca juga: Dokter Harvard Ungkap Bahaya Hobi Scroll HP di Toilet, Risiko Ambeien Naik Hampir 50%
Standar atau ekspektasi tersebut bisa berasal dari tuntutan lingkungan sosial maupun target yang diciptakan oleh diri sendiri.
Munculnya perasaan ini biasanya berjalan beriringan dengan timbulnya rasa rendah diri, kecemasan yang tinggi, serta dorongan kuat untuk mengisolasi diri dari lingkungan.
Tumbuh kembang seorang anak, termasuk cara orang tua mengasuh serta dinamika pertemanan dengan teman sebaya, sangat menentukan cara seseorang merespons emosi ini di masa depan.
Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan hukuman fisik atau kritik tajam yang menjatuhkan mental memiliki kerentanan yang lebih tinggi.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Tragedi Kereta Api yang Menyentuh Hati dan Penuh Empati
Mereka cenderung tumbuh menjadi pribadi yang lebih mudah merasa minder dan kesulitan menghadapi situasi yang memicu rasa malu saat dewasa.
Aturan tidak tertulis serta nilai-nilai kebudayaan setempat turut memegang peranan penting dalam membentuk cara pandang seseorang terhadap rasa malu.
Pada rumpun masyarakat tertentu, emosi ini sering kali dikaitkan erat dengan konsep harga diri, kehormatan keluarga besar, atau reputasi sosial di mata publik.
Sementara itu, pada lingkungan budaya yang lain, rasa malu justru lebih menitikberatkan pada kegagalan individu dalam mencapai prestasi pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psikologi.uma.ac.id