Ilustrasi Cara Menghadapi Kecemasan terhadap Masa Depan. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu terbangun di pagi hari, tapi pikiran kamu sudah lari jauh ke lima atau sepuluh tahun ke depan?
Belum juga cuci muka, otak sudah sibuk bertanya-tanya, nanti aku bakal sukses nggak ya?
Tabunganku bakal cukup nggak buat masa depan? Apa aku bakal benar-benar bahagia atau malah zonk? Kalau kamu sering merasa kayak gini, tenang, kamu nggak sendirian.
Banyak banget dari kita yang merasa dunianya kayak lagi dikejar deadline yang nggak kelihatan.
Rasa cemas ini sering kali bikin sesak, seolah-olah masa depan itu adalah monster besar yang siap menerkam.
Berdasarkan ulasan mendalam dari kanal YouTube/Embun Kata, cara menghadapi kecemasan terhadap masa depan sebenarnya bukan dengan cara menghentikan pikiran itu secara paksa, melainkan dengan mengubah cara kita memandangnya.
Yuk, kita bahas pelan-pelan, gimana cara berdamai dengan ketidakpastian ini supaya hidup kamu nggak cuma isinya overthinking doang!
Baca juga: Bahagia itu Pilihan: Ini Cara Simpel Menikmati Hidup Tanpa Tunggu Semua Sempurna!
Hal pertama yang perlu kamu tahu adalah, otak manusia itu secara alami memang benci banget sama yang namanya ketidakpastian.
Kita selalu pengen tahu hasil akhirnya biar merasa aman. Tapi tahu nggak sih, kecemasan itu sebenarnya bukan musuh yang harus kamu perangi habis-habisan.
Anggap saja, cemas itu kayak sinyal atau alarm di HP kamu. Ia muncul karena kamu peduli sama jalan hidupmu.
Kamu cemas karena ingin memberikan yang terbaik buat dirimu sendiri, dan orang-orang tersayang.
Masalah baru muncul saat kita mencoba mengendalikan segala hal yang sebenarnya di luar kontrol kita, kayak ekonomi dunia, opini orang lain, atau takdir.
Jadi, mulai sekarang, kalau rasa cemas itu datang, jangan langsung panik. Bilang ke dirimu sendiri kalau ini adalah tanda kalau kamu punya kepedulian yang tinggi terhadap masa depanmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube