Tokoh semacam Sherlock Holmes atau Hercule Poirot tentunya sangat familiar buat kalian penggemar cerita detektif dari mancanegara. Beberapa novel dan antologinya telah beredar resmi versi terjemahannya di Indonesia, bahkan kini masih terus menerus dibuat edisi barunya.
Namun, beberapa orang mungkin tak akrab dengan tokoh detektif asal Indonesia yang juga sebagai salah satu penulis Indonesia. Padahal sejak tahun lalu sudah banyak muncul novel detektif yang tak kalah seru lho.
Menariknya, cerita dari novel detektif tersebut juga dibuat serinya, tak berhenti hanya di satu judul saja.
Berikut ini adalah beberapa novel detektif dan investigasi buatan penulis Indonesia yang seri bukunya diterbitkan lebih dari satu.
1. Seri Kosasih-Gozali karya S. Mara Gd
Mungkin dari sekian novel detektif, misteri, kriminal yang paling tersohor di Indonesia adalah novel karya penulis senior asal Surabaya, S. Mara Gd. Pada era 80-an hingga 90-an, ia berhasil menulis novel bertema misteri kriminal dengan tokoh dua penegak kebenaran, Kosasih dan Gozali yang diperkenalkan di 'Misteri Dian yang Padam'.
Baca juga: 5 Fakta Unik "Unlocked", Salah Satunya Adaptasi Novel Jepang yang Diubah Ceritanya
Dalam ceritanya, Kapten Kosasih adalah seorang polisi dari Polda Jawa Timur yang selalu mendapatkan tugas untuk menyelidiki kasus pembunuhan. Dalam setiap penyelidikannya, ia selalu ditemani oleh Gozali, seorang mantan napi pencuri lihai yang cerdas dan mengerti cara berpikir seorang pelaku kriminal.
Dalam serialnya, sosok Gozali yang penyendiri tersebut bisa dianggap paling cerdas karena selalu memberikan petunjuk penting kepada Kosasih. Menariknya, Sm Mara Gd memberikan unsur romantisme antara Gozali dan anak sulung Kosasish bernama Dessy. Mungkin novel ini bakal bangkitkan nostalgia Om dan Tante kalian yang mudanya baca novel Kosasih-Gozali.
2. Seri Detektif Konyol karya Rudiyant
Serial detektif paling jenaka dan menghibur tentunya bisa disematkan pada novel seri Detektif Konyol karangan Rudiyant. Serial ini memperkenalkan tokoh detektif kocak bernama Abdul Kosim yang menyebut dirinya sebagai 'adiknya James Bond'.
Beberapa novelnya diterbitkan pada era 2008 yang diterbitkan di Gramedia Pustaka Utama. Novel pertamanya diberi judul 'James Bond, Adeknya!', 'Detektif Konyol: Terjebak di Sarang Pocong', 'Detektif Konyol: Once Upon A Time In Bali', 'Detektif Konyol: 3 Bocah Konyol',
'Detektif Konyol: Manusia Setengah Ikan', serta 'Detektif Konyol: Darah Pulau Dewata'.
Seri ini mengisahkan seorang detektif yang iseng bernama Abdul Kosim yang juga sok tahu dan berpartner dengan Kipoy yang Bloon abis. Mereka melakukan misinya berurusan dengan mafia kelas kakap, penculikan anggota geng motor, dan penyusupan.
3. Seri Dio Prasetyo karya Tsugaeda
Penulis Tsugaeda akrab dikenal dengan karya novelnya tentang investigasi semenjak novel 'Rencana Besar'. Namun ia juga membuat cerita investigasi yang berseri dengan tokoh pemuda bernama Dio Prasetyo yang mengubah hidupnya dari pemuda biasa menjadi seorang penyelidik jempolan.
Tokoh ini diperkenalkan dalam novel 'Efek Jera' yang terbit di 2021 silam, dimana Dio yang tadinya seorang penjual DVD bajakan di kawasan Depok diminta oleh kenalan lamanya bernama Om Jon yang memberinya pelatihan dan pekerjaan untuk melakukan penyelidikan.
Yang diselidiki Dio pun tak tanggung-tanggung. Dua novel yang ditulis Tsugaeda menyangkut kejahatan kerah putih, mulai dari perusahaan penerbangan yang bermasalah sehingga perusahaan yang menghalalkan illegal logging dan perdagangan manusia dan nyawa.
"Inspirasi ada dua, yang pertama, saya pengen bikin cerita kayak James Bond atau Kingsman, yang sifatnya tentang satu orang melakukan misi rahasia untuk melawan organisasi kejahatan, tapi dia sendiri juga dibeking sama teman-temannya. Dio sendiri juga bagian dari kelompok rahasia yang keren," kata Tsugaeda sang penulis kepada Z Creators.
"Inspirasi kedua, itu dari minat saya terhadap isu-isu ekonomi sosial politik di Indonesia. Jadi saya ingin mengkombinasikan, menggabungkan dari yang fun dengan isu-isu di Indonesia yang menurut saya perlu diangkat," tambha penulis bernama asli Ade Agustian tersebut.
4. Seri Hibram Handaru karya Reza Wardhana
Novel milik Rezawardhan ini terbit secara indie, namun kualitasnya termasuk jempolan. Penulis asal Surabaya tersebut mengangkat kisah penyelidikan kasus misteri yang unik dan penuh plot twist.
Novel-novel Reza Wardhana mengangkat kisah Hibram Handaru, seorang dosen yang terlibat dengan pemecahan kasus kriminal, seperti beberapa pembunuhan yang dilakukan pembunuh sadis serta pembunuhan di tempat wisata.
Baca juga: Where The Crawdads Sing: Film Adaptasi Novel Laris, Plot Twist Pembunuhan di Dekat Rawa
Novel Hibram Handaru terdiri dari 'Pemburu Halimun' dan 'Kuburan Gagak' yang memiliki kisah misteri yang memikat.
“Hilbram Handaru adalah tokoh yang saya buat karena kesukaan saya pada nama-nama seperti Ibrahim, Abraham, Brahma. Sementara Handaru adalah benda langit semacam meteor. Jadi, saya ingin tokoh saya tidak harus selalu ada, tapi kehadirannya selalu ditunggu orang. Saya memilih dia sebagai dosen karena istri saya menyarankan demikian--dibutuhkan pekerjaan yg sesuai dengan intelektualitas untuk detektif amatir,” kata penulis Reza Wardhana.
5. Seri Sugi-Laura series karya Fino Y.K
Satu lagi novel detektif Indonesia yang mengangkat kisah penyelidikan kasus kriminal yang unik dan misterius yang ditulis oleh Fino Y.K, seorang jurnalis yang hobi menulis novel fiksi.
Fino membuat novel serial dari dua tokoh polisi bernama Sugi dan Laura yang terlibat dalam kasus unik. Kasusnya berkaitan dengan kejadian yang lebih mengglobal, seperti pembunuhan seorang wanita bule dan ancaman wabah mematikan yang harus dihentikan.
Tema yang diangkat cukup berat, selain senjata biologi juga tentang serangan cyber, ketidaksetaraan sosial, sampai korupsi. Namun gaya bahasanya ringan dan cocok dibaca untuk siapa saja.
"Seri Sugi dan Laura tercipta dari kegemaran penulis akan novel kriminal seperti Trio Detektif, novel Dan Brown sampai John Connolly. Idenya juga terinspirasi dari berbagai artikel sains yang ditulis pengarang dalam pekerjaannya sebagai jurnalis," kata Fino.
6. Seri Project X Tim NDI karya Net Detective Indonesia
Mungkin novel yang satu ini agak sedikit beda dengan beberapa novel detektif lainya yang ada di atas. Salah satunya adalah novel ini ditulis oleh Tim Net Detective Indonesia, salah satu komunitas detektif yang ada di Indonesia.
Tak hanya itu, tokohnya sendiri juga ada lima: Dia, Badai, Val, Loka, serta Gilang. Ceritanya sendiri juga terinspirasi dari manga dan Detective School dan kisah-kisah Sherlock Holmes. Salah satu yang lebih ajaib semua novelnya berdasarkan kumpulan cerita pendek yang dirangkai jadi satu cerita utuh. Terhitung sudah ada tiga seri yang dirilis oleh para penulisnya.
“Project X sendiri dirancang oleh 5 penulis dengan latar belakang berbeda. Sehingga menghasilkan 5 tokoh yang juga memiliki latar belakang, karakter dan sifat yang beragam. Namun di sana keunikan yang ingin diperlihatkan, bahwa dari 5 orang yang sangat berbeda dengan segala permasalahannya, bisa bergabung hingga membentuk tim yang solid pada akhirnya,” kata Daras Resviandira, salah satu penulis Project X.
“Tentunya ada beberapa karya yang penulis jadikan referensi. Seperti misalnya serial Dan Detective School, yang menginspirasi tentang beberapa orang yang kemudian bergabung membentuk tim untuk memecahkan misteri. Juga soal pertarungan antara protagonis dengan sebuah organisasi hitam yang menjadi musuh mereka. Selain itu juga ada tokoh Sherlock Holmes yang menjadi inspirasi untuk karakter Badai, yang juga sangat terobsesi dengan Sherlock Holmes sendiri," tambahnya.
7. Seri Elang Bayu Angkasa karya Sidik Nugroho
Salah satu cerita detektif yang menarik adalah seri cerita detektif yang ditulis oleh Sidik Nugroho. Ia menulis kisah seorang pelukis bernama Elang Bayu Angkasa yang punya ketertarikan dengan kasus criminal dan berteman dengan seorang polisi bernama Agung.
Dalam kisahnya, Elang merupakan seorang pelukis yang tertarik dengan kasus criminal dna punya kelemahan terhadap wanita. Sehingga tak hanya kisah misteri dan penyelidikan kasus criminal, aksi pertarungan, namun juga terselip adegan erotis di sana sini.
Salah satu yang unik, kisahnya berlatar kota Pontianak, tempat sang penulis sekarang tinggal. Ia menulis tiga cerita seperti 'Tewasnya Gagak Hitam', 'Neraka di Warung Kopi', serta 'Ninja dan Utusan Setan'. Kabarnya beberapa novel tersebut akan dirilis ulang dalam format indie.
8. Seri Tomi, Sang Pewarta karya Aru Armando
Penulis yang juga seorang jurnalis berbasis hukum ini menyajikan sebuah cerita investigasi yang seru dan menarik untuk diikuti. Berkisah tentang seorang wartawan yang melakukan investigasi, baik untuk menulis beritanya ataupun menegakkan kebenaran.
Kasusnya pun sangat unik karena berkisah tentang penyelidikan kasus kerah putih, yang berkaitan dengan korupsi yang kental dengan intrik politik. Mulai dari korupsi di Kemenkes hingga kasus dana gelap menjelang pemilu.
Nah, itulah beberapa novel detektif dan investigasi buatan penulis asal Indonesia yang unik dan seru, mana yang kamu suka?
Artikel Menarik Lainnya:
- Balita Obesitas di Bekasi akan Dirawat di Rumah Sakit, Ditanggung BPJS!
- Serem! Lagi Karaoke Nyanyi Lagu Patah Hati, Cewek-cewek Ini Malah Diketawain Kuntilanak
- Terjadi Lagi, Wanita Ngamuk Ditagih Utang, Kali Ini Maki-maki Ngucap Kata Kotor
- Penemuan 13 Tengkorak Mirip Alien di Makam Kuno Meksiko, Konon Jasad Anak Korban Ritual
- Anies Sebut Jalan PKS Mendukungnya Gak Mudah, Ada Rayuan hingga Tekanan
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: