Salah satu perusahaan kosmetik terkemuka di Jepang, Kao, memutuskan menghapus kata 'whitening' dari produk kecantikannya sebagai bagian dari komitmen keseluruhan mereka untuk mempromosikan keragaman.
Pasalnya, kata 'whitening' dianggap dapat memicu ketidaksetaraan rasial, seperti yang disorot oleh gerakan Black Lives Matter beberapa waktu lalu.
Dilansir SoraNews24, Kao menjadi brand kecantikan pertama di Jepang yang mengumumkan berhenti menggunakan kata 'whitening' dalam produk barunya mulai bulan Maret 2021 ini.
Perusahaan tersebut berkomitemn untuk menghilangkan kata tersebut dari semua produknya dalam beberapa tahun ke depan.
Pihak Kao menyatakan mereka tidak ingin menyampaikan pesan bahwa satu jenis warna kulit lebih rendah atau lebih tinggi dari yang lain.
Kini, perusahaan tersebut memilih untuk mengadopsi kata 'brightening' yang dimulai dengan rangkaian produk barunya Twany, yang baru dirilis pada pertengahan Maret lalu.
Perubahan penggunaan kata ini terjadi setelah langkah serupa yang diambil oleh perusahaan kosmetik luar negeri, seperti L'Oreal dan Unilever.
Beberapa waktu lalu, Unilever juga mengumumkan penghapusan kata 'normal' dari produk kecantikannya secara global sebagai bagian peluncuran visi dan strategi “Positive Beauty” (Cantik Positif).
Artikel Menarik Lainnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: