Selasa, 27 JULI 2021 • 11:31 WIB

Lakukan Terobosan Baru, Timnas Senam Jerman Tolak Memakai Leotard saat Bertanding

Author

Timnas senam Jerman. (photo/Instagram/@_kim.bui_)

Dalam pertandingan olahraga, biasanya terdapat aturan tentang baju yang digunakan. Sayangnya, para wania tak selalu nyaman menggunakan busana yang diseragamkan. Contohnya, senam artistik yang merupakan cabang olahraga yang dituntut untuk berpakaian minim ketika perlombaan. Menentang seksualisasi pada olahraga mereka, Timnas Jerman pun memilih untuk pakai seragam yang lebih tertutup di Olimpiade Tokyo 2020. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kim Bui (@_kim.bui_)

Timnas gimnastik Jerman yang terdiri dari Sarah Voss, Elisabeth Seitz, Kim Bui, dan Pauline Schaefer melakuukan satu gebrakan ketika berolahraga di Olimpiade 2020. Mereka memutuskan untuk tampil beda dan meninggalkan aturan tradisional. Jika biasanya, para atlet senam mengenakan leotard serupa bikini, mereka justru tampil beda dengan unitard yang lebih tertutup. 

Bukan dikarenakan ingin tampil stylish ataupun curi perhatian, Timnas senam Jerman memang sengaja ingin mengutamakan kenyamanan dan melawan seksualisasi wanpita dalam olahraga senam. Setelah didiskusikan bersama, keempatnya setuju untuk memakai unitard yang lebih tertutup di bagian kaki dan lengan. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kim Bui (@_kim.bui_)

"Kami duduk bersama hari ini dan berkata, 'Oke, kami akan berlaga dalam kompetisi besar.' Kami ingin merasa hebat, kami ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kami terlihat hebat," ungkap Sarah Voss dilansir Dailymail.

"Tumbuh sebagai wanita, sulit untuk merasa nyaman dengan tubuhmu yang baru. Kami ingin memastikan semua orang merasa nyaman dan kami menunjukkan bahwa mereka bisa memakai apapun yang diinginkan dan terlihat bagus, apakah itu leotard atau yang pendek. Kami ingin menjadi panutan dalam apapun, untuk membuat semua orang punya keberanian untuk mengikuti kami," lanjutnya. 

Sayangnya, Timnas Jerman gagal melaju ke babak selanjutnya. Meski demikian, mereka telah membuat sejarah dan diprediksi akan menciptakan tren dalam dunia olahraga.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU