Kamis, 02 JANUARI 2020 • 16:17 WIB

8 Kondisi Fisik Penyebab Kulit Bersisik

Author

Ilustrasi/Pexels/Jenna Hamra

Kulit bersisik dapat dialami siapa saja tanpa memandang jenis kelamin. Tentu saja, ini akan mengganggu penampilan.

Kebanyakan orang mengira penyebab kulit bersisik hanya karena kulit kering. Padahal, bukan itu saja faktornya loh, guys.

Kamu harus tau, kulit kering hanyalah salah satu dari sekian banyak penyebab kulit bersisik.

Selain itu, kulit bersisik juga dapat menjadi pertanda atau gejala penyakit tertentu pada tubuh seseorang.

Penyebab Kulit Bersisik

Pada dasarnya, ada beberapa penyebab kulit bersisik yang mungkin selama ini tidak kamu sadari.

Mulai dari paparan sinar matahari, cuaca terlalu panas/dingin, makanan tidak sehat, serta kurang minum air putih.

Kebiasaan menggosok kulit, konsumsi obat-obatan tertentu, dan salah menggunakan produk merupakan penyebab kulit bersisik juga.

Selain faktor-faktor di atas, kulit bersisik pun dapat disebabkan karena kondisi fisik berikut ini:

1. Dermatitis Atopik (Eksim)

Ilustrasi/bvallergy.com

Penyebab kulit bersisik pertama adalah dermatitis atopik atau lebih dikenal dengan eksim.

Dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan kulit, ditandai dengan kulit kering, pecah-pecah, gatal, dan kemerahan.

Biasanya, orang yang cenderung memiliki alergi (atopik), sensitif pada campuran benda-benda tertentu di sekitar lingkungan.

Seperti sabun mandi, parfum, makeup, klorin pada detergen, asap rokok, dan kain wol.

2. Psoriasis

photo/Medical News Today

Terlihat sisik putih keperakan di area kulitmu? Bisa jadi, ini pertanda kamu menderita gangguan kulit psoriasis.

Psoriasis adalah penyakit peradangan kulit dikarenakan sel kulit baru tumbuh lebih cepat dari biasanya.

Sedangkan, sel-sel kulit lama gagal terkelupas. Alhasil, kulit memerah dan bercak tebal, bersisik, gatal, perih, hingga luka.

Biasanya, psoriasis muncul di bagian lutut, punggung bawah, siku, atau kulit kepala.

Tapi tenang, gangguan kulit ini tidak menular kok dan sering disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).

3. Dermatitis Seboroik

photo/apkpure.com

Dermatitis Seboroik umumnya terjadi di sekitar kulit kepala berminyak. Serpihan sisik bisa jatuh ke bahu hingga alis.

4. Pityriasis Rosea

photo/nhs.uk

Kulit bersisik bisa menandakan kamu mengalami pityriasis rosea yaitu gangguan pada kulit tubuh.

Adapun tanda-tandanya berupa ruam, kulit kemerahan, berbentuk seperti bekas luka atau benjolan merah tebal, serta bercak bersisik.

Dari beberapa kasus, kondisi ini dapat hilang dalam waktu beberapa minggu.

5. Ichthyosis Vulgaris

photo/Medical News Today

Penyebab kulit bersisik berikutnya adalah ichthyosis vulgaris. Ini semacam kelainan kulit bawaan dan muncul pada saat lahir/bayi.

Kondisi ini dapat menghilang seiring seseorang beranjak dewasa, meskipun ada kemungkinan muncul kembali.

Gejala ichthyosis vulgaris dapat dikenali dengan tanda berupa serpihan putih atau abu-abu, serta kulit kering dan kasar.

6. Athlete’s Foot atau Tinea Pedis

photo/Wikipedia

Tinea pedis disebut juga dengan kutu air yaitu infeksi jamur di antara jari-jari kaki.

Akibatnya, kulit menjadi bersisik, kering, gatal, kemerahan, pecah-pecah atau melepuh.

Kutu air ini sebenarnya tidak serius. Meski begitu, harus ditangani agar tidak mengarah ke bagian tubuh lain atau menular pada orang lain.

7. Dermatomiositis

photo/Wikipedia

Ini termasuk kondisi fisik penyebab kulit bersisik yang termasuk langka.

Tanda awal dermatomiositis berupa ruam kemerahan, kulit kering hingga bersisik pada kelopak mata, hidung, pipi, siku, dan lutut.

8. Hipoparatiroid

Ilustrasi/Pexels/Jenna Hamra

Kondisi kulit bersisik ternyata dapat juga disebabkan karena gejala hipoparatiroid.

Hipoparatiroid merupakan kondisi yang jarang terjadi ketika kelenjar paratiroid dalam tubuh hanya sedikit menghasilkan hormon paratiroid (PTH).

Alhasil, kadar kalsium dalam tubuh menurun dan fosfor malah meningkat. Inilah penyebab kulit menjadi kering dan bersisik.

Catatan:

Kulit bersisik memang bukan kondisi darurat atau berbahaya. Tapi, kalau ada tanda-tanda lain yang tidak biasa, segeralah cek ke dokter.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU