Kamis, 30 JANUARI 2020 • 15:28 WIB

Sedih, Penderita Bibir Sumbing Rata-rata Orang Tak Mampu

Author

Kiri ke kanan: Program Directory dan Country Manager Smile Train Deasy Larasati, Penderita bibir sumbing Adesti, drg Andi S. budihardja, Terapis Wicara Rita Rahmawati. (INDOZONE/Yulia Marianti)

Cleft lip and palate atau kelainan celah bibir dan langit mulut merupakan kongenital yang sering terjadi di Indonesia. Menurut data, tingkat kelahiran dengan kelainan tersebut 1 berbanding 600.

Spesialis Bedah Mulut Andi S Budihardja menyebutkan, sebagian pasien yang menderita kelainan bibir sumbing dan langit mulut berasal dari keluarga yang tidak mampu.

"Di Indonesia, penderita cleft lip and palate kebanyakan berasal dari golongan menengah kebawah. Namun, bukan berarti golongan menengah keatas nggak ya," ujarnya dalam kegiatan Smile Train di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Andi menjelaskan ada banyak faktor yang bisa menyebabkan bayi lahir dengan kelainan tersebut, salah satunya faktor genetik.

"Ada banyak faktor terjadi kelainan bibir sumbing dan celah langit ini, salah satunya faktor genetik. Kemungkinannya 25%," katanya.

Ia juga mengatakan kelainan celah bibir dan mulut bisa diatasi dengan operasi. Namun, pasca operasi pasien juga harus mengikuti terapi wicara agar fungsi bicara bisa normal dan tidak bersuara sengau atau bindeng.

Sebagai informasi tambahan, selain faktor genetik, lanjutnya, ada faktor lain yang menyebabkan cleft lip and palate, di antaranya.

  1. Gizi buruk
  2. Trauma karena terjatuh
  3. Stress yang berlebih
  4. Paparan bahan kimia
  5. Kurangnya asupan asam folat

 


Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU