Kabar kurang menyenangkan datang dari pedangdut Siti Badriah. Pasalnya di usia kandungannya yang menginjak 7 bulan, ia malah dinyatakan terpapar COVID-19 varian Omicron.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Sibad, begitu sapaan akrabnya memperlihatkan hasil tes PCR positif COVID-19.
"Hehe awal bulan kenalan sama si omicron. Baik-baik ya omicron sama mommy fruity," tulis Sibad, Jumat (4/2/2022).
Sontak unggahan wanita kelahiran Bekasi, 11 November 1991 tersebut banjir doa dari warganet. Banyak yang berharap istri dari aktor Krisjiana Baharudin itu lekas sembuh dan bebas COVID-19.
Namun tak sedikit juga yang mempertanyakan bagaimana wanita 30 tahun tersebut bisa terpapar COVID-19 di tengah kondisinya yang hamil tua.
Lewat unggah di Story-nya , Sibad sendiri mengaku tidak menyangka bisa terpapar COVID-19. Dia menyebut tidak pernah keluar rumah selama menjelang persalinan.
"Emang lagi apes dan kecolongan aja, gamau nyalahin siapapun, emang udah takdirnya kenalan sama si unicron," tulisnya
Lebih lanjut, dia bercerita sempat menduga gejala yang dirasakan hanya masuk angin. Sang suami bahkan sempat menempelkan koyo di badannya.
"Nah tiba-tiba, kok tenggorokan aku ngerasa sakit banget, terus mual dan eneg gitu rasanya, dikiriain masuk angin atau ibu hamil kan biasa mual ya bo. Udahlah abis itu aku dikasi koyo sama suamiku tersayang terus tidur deh," ungkapnya.
Lantas bagaimana sebenarnya gejala Omicron pada ibu hamil ? Apakah sama dengan orang dewasa biasa?
Mengutip dari Whattoexpect, sampai sekarang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan, gejala utama COVID-19 masih berupa demam, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pilek, mual, hingga diare.
Akan tetapi, merujuk pada laporan lain dari CDC yang dirilis pertengahan Desember tahun 2021, varian Omicron memiliki gejala yang berbeda. Laporan tersebut menganalisis beberapa kasus dan menemukan bahwa orang terpapar Omicron biasanya memiliki gejala :
1. Batuk
2. Kelelahan
3. Hidung tersumbat
4. Pilek
Gejala-gejala tersebut terdeteksi pada populasi umum dan dapat terjadi pada perempuan hamil.
"Saat ini, tidak ada data yang menunjukkan bahwa gejala yang muncul berbeda antara orang hamil, dan mereka yang tidak hamil," kata Profesor kebidanan dan ginekologi di Baylor College of Medicine di Texas, Kjersti Aagaard, MD, Ph.D.
Pertanyaan serupa juga dilontarkan oleh seorang dokter spesialis ibu-janin di Ohio State University Wexner Medical Center di Ohio, Michael Cackovic, MD. Di mana enurutnya, jika varian Delta bisa membuat pasien sesak napas akut, Omicron juga menunjukkan gejalanya hampir sama.
"Dengan Omicron, gejalanya hampir sama dengan kelompok lain, batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot," ungkapnya.
Bahaya Omicron pada ibu hamil
Sementara itu, mengutip dari Jurnal PLOS Medicine, COVID-19 bisa menyebabkan komplikasi terhadap kehamilan. Di mana dari penelitian tersebut diketahui bahwa ibu hamil yang lebih berisiko tertular COVID-19 ialah yang usia kehamilannya tua atau mendekati persalinan, mengalami obesitas, memiliki kehamilan ganda, atau memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Adapun bahayanya ibu hamil tersebut memiliki risiko lebih tinggi untuk dirawat di ICU, kematian, terkena preeklampsia, dan eklampsia.
Baca juga: Bahaya Omicron Kalau Kawin dengan Delta di Dalam Tubuh, Ini Cara Mencegahnya
Sementara untuk varin Omicron sendiri, menurut World Health Organization (WHO), sejauh ini belum jelas apakah infeksinya pada ibu hamil dapat menyebabkan gejala yang lebih serius ketimbang varian lain atau tidak.
Namun, beberapa varian sebelumnya, seperti varian Delta, menyebabkan risiko yang lebih tinggi pada ibu hamil. Menurut data, terjadi peningkatan kasus kematian janin dan komplikasi pada ibu hamil yang tertular COVID-19 setelah varian Delta muncul.
Oleh sebab itu, hingga kini para ilmuwan dan ahli masih mempelajari tingkat keparahan dan penularan varian Omicron. Namun, bukti awal menunjukkan kemungkinan ada peningkatan risiko re-infeksi dengan munculnya varian Omicron, khususnya pada kelompok yang rentan, termasuk ibu hamil.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: