Kamis, 14 APRIL 2022 • 09:33 WIB

Dialami Ade Armando, Pendarahan Otak Ternyata Bisa Sebabkan Cacat Fisik dan Mental

Author

Kolase foto Ade Armando dan ilustrasi pendarahan otak (INDOZONE/Harits Tryan/Unsplash/metamorworks)

Usai dianiaya massa saat mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI, Senin (11/4), pegiat media sosia sekaligus Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menderita pendarahan otak serius.

Akademisi kelahiran Jakarta, 24 September 1961 itu bahkan harus mendapatkan perawatan intensif di RS Siloam Semanggi, Jakarta Selatan. 

"Hasil CT Scan tadi malam itu menunjukkan bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang, mungkin pukulannya terlalu keras dan berkali-kali, bertubi-tubi," kata Sekjen Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Nong Darol Mahmada.

Nong melanjutkan, saat ini kondisi Ade Armando terus dipantau. Bahkan dia juga sudah dipindahkan dari ruang Intensive Care Unit (ICU) ke ruang High Care Unit (HCU) untuk menjalani sejumlah pemeriksaan mulai dari CT Scan lanjutan hingga dokter THT.

Sementara itu, melansir Cleveland Clinic, pendarahan otak merupakan pendarahan yang terjadi di dalam kepala. 
Dalam dunia medis kondisi ini disebut sebagai perdarahan intrakranial.

Baca juga: Ade Armando Alami Pendarahan Otak Usai Dikeroyok, Ini Kemungkinan Terburuknya

Untuk lokasinya, pendarahan otak bisa terjadi di dalam jaringan otak, atau di dalam tengkorak tapi masih di luar jaringan otak. Di mana ketika terjadi pendarahan otak, pembuluh darah yang bertugas memasok oksigen tidak akan mampu menjangkau jaringan otak.

Ilustrasi pendarahan otak (Unsplash/metamorworks)

Selain itu, pendarahan otak juga bisa menyebabkan tekanan pada otak dan menguras oksigen di area vital ini. Apabila pendarahan sampai mengganggu aliran darah di sekitar atau di dalam otak, organ vital ini bisa kekurangan oksigen.

Akibatnya apabila tidak segera diberikan pertolongan medis lebih dari tiga sampai empat menit, sel-sel otak bisa mati. Tak hanya itu, sel saraf yang dikendalikan otak juga bisa ikut rusak.

Perlu diketahui, saat sel otak benar-benar sudah mati, mereka tidak akan bisa beregenerasi atau tumbuh kembali. Inilah alasan mengapa pendarahan otak bisa menyebabkan cacat fisik hingga mental.

Gejala pendarahan otak

Dilansir dari WebMD, ada beberapa gejala pendarahan otak yang perlu diwaspadai, yakni:

  • Sakit kepala parah yang muncul secara tiba-tiba
  • Mendadak kejang, padahal sebelumnya belum pernah kejang
  • Lengan atau kaki lemas
  • Mual dan muntah
  • Gangguan penglihatan
  • Badan kesemutan atau mati rasa
  • Susah bicara dan tidak bisa memahami pembicaraan orang lain
  • Tidak bisa menelan
  • Tangan tremor
  • Badan limbung karena tubuh kehilangan koordinasi dan keseimbangan
  • Kesadaran menurun atau hilang kesadaran

Cara mengobati pendarahan otak

Cara mengobati pendarahan otak tergantung pada lokasi, penyebab, dan luasnya pendarahan. Beberapa perawatan yang dianjurkan, antara lain:

  1. Operasi untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah pendarahan meluas
  2. Terapi dengan obat tertentu, seperti obat penghilang rasa sakit, mengurangi bengkak, osmotik, dan mengontrol kejang
  3. Rehabilitasi medis jika gejala pendarahan otak mengganggu aktivitas sehari-hari

Sementara itu, untuk peluang sembuh dari pendarahan otak sangat tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Beberapa penderita pendarahan otak bisa sembuh total dari penyakitnya. 

Namun, ada juga yang masih merasakan gejala penyakit seperti stroke, fungsi otak menurun, kerap kejang hingga yang terfatal meninggal dunia.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU