Sabtu, 17 SEPTEMBER 2022 • 11:30 WIB

Viral Wanita Alami Pendarahan Hebat saat Malam Pertama, Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Author

Wanita alami pendarahan saat berhubungan seksual. (TikTok/@nurulapryni104/FREEPIK/eddows-animator)

Belum lama ini viral kisah pengantin baru yang mengalami pendarahan saat melakukan hubungan seksual yang menyebabkan dirinya harus transfusi darah.

Kisah itu dibagikan oleh akun TikTok @nurulapryni104 beberapa hari yang lalu.

Lewat video singkatnya, wanita pemilik nama Nurul Apriyani mengungkapkan dirinya mengalami pendarahan hebat sampai harus transfusi darah yang menghabiskan 2 kantong darah.

"Malamnya abis resepsi pendarahan dan langsung masuk IGD sampai transfusi darah," tulis nurul dalam video yang dibagikannya tiga hari yang lalu.

Saat dihubungi Indozone, Nurul mengaku sebelum melakukan hubungan seksual telah melakukan pemanasan, seperti yang dilakukan orang pada umumnya.

Baca juga: Cerita Wanita yang Ngaku Pendarahan sampai Transfusi Darah saat Malam Pertama

Namun, hal tak terduga terjadi kepadanya sampai membuat wanita asal Bogor itu mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Dilansir Verywell health, Pendarahan selama atau setelah berhubungan seks adalah hal biasa dan tidak selalu menjadi alasan untuk khawatir.

Lima penyebab ini kemungkinan menjadi penyebab pendarahan saat berhubungan seksual. Namun, tidak semua penyebab tersebut menyebabkan kondisi yang serius.

Berikut ini lima penyebabnya!

1. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika sel-sel yang mirip dengan bentuk lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Jaringan endometrium dapat menempel pada permukaan organ lain dan menyebabkan rasa sakit yang menyiksa. Beberapa orang dengan endometriosis juga mengalami infertilitas.

Ada berbagai gejala endometriosis tergantung pada organ mana yang terpengaruh. Bagi banyak orang dengan kondisi ini, hubungan seksual yang menyakitkan, orgasme yang menyakitkan, dan pendarahan pascakoitus adalah hal biasa.

2. Ektropion serviks

Ektropion serviks adalah kondisi non-kanker di mana sel-sel yang biasanya melapisi bagian dalam serviks menonjol keluar melalui pembukaan serviks.

Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah yang sudah rapuh di leher rahim melebar dan menjadi meradang. Akibatnya, perdarahan sering terjadi pada hubungan seksual.

Kondisi ini biasanya tidak memerlukan pengobatan kecuali ada keputihan yang berlebihan atau pendarahan.

3. Infeksi seksual menular

Infeksi seksual menular (IMS) seperti klamidia dan gonore berhubungan dengan gejala vagina seperti nyeri panggul, gatal, terbakar, keputihan, dan sering buang air kecil yang menyakitkan.

Setiap IMS memiliki gejalanya sendiri, tetapi peradangan dari infeksi apa pun dapat menyebabkan pendarahan vagina.

4. Polip jinak

Polip jinak adalah penyebab umum perdarahan selama atau setelah berhubungan seks. Polip serviks cenderung berkembang pada orang yang berusia 40-an dan 50-an dan yang memiliki kehamilan ganda.

Baca juga: Waspada! CDC Ungkap Gejala Baru Cacar Monyet, Salah Satunya Pendarahan Dubur

Sementara polip rahim adalah benjolan kecil jaringan lunak yang menonjol dari dalam rahim. Jenis ini rentan terhadap pendarahan saat berhubungan seksual.

5. Kanker

Kanker adalah penyebab perdarahan postcoital yang lebih kecil, gejala ini adalah salah satu tanda kemungkinan kanker serviks, vagina, dan rahim.

Tumor dapat bervariasi tergantung pada jenis kanker. Pembuluh darah yang mensuplainya bisa pecah saat tumor membesar, yang bisa menyebabkan pendarahan. Terkadang, pendarahan dipicu oleh hubungan seks tetapi juga bisa terjadi di lain waktu.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU