Sabtu, 15 OKTOBER 2022 • 09:55 WIB

Kematian Anak di Gambia Terkait Obat Batuk yang Sebabkan Gagal Ginjal Meningkat

Author

Ilustrasi obat batuk. (FREEPIK/kuprevich)

Pemerintah Gambia pada Jumat (14/10/2022) mengatakan jumlah kematian anak akibat gagal ginjal akut, yang diduga terkait obat batuk buatan India meningkat menjadi 70 orang.

Dilansir Reuters, Presiden Adama Barrow memberikan pembaruan pada pertemuan kabinet darurat yang dia adakan pada hari Kamis untuk membahas krisis, menurut pernyataan kepresidenan.

Baca juga: BPOM Pastikan Obat Batuk yang Tewaskan Puluhan Anak di Gambia Enggak Ada di Indonesia

Obat batuk sirup tersebut dibuat oleh perusahaan Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.

Sejak dilaporkan kasus kematian anak akibat obat batuk tersebut, salah satu pabrik yang ada di India utara telah ditutup saat otoritas kesehatan di sana menyelidiki.

Baca juga: Sebabkan Kematian 66 Anak di Gambia, WHO Selidiki Obat Batuk India

Gambia juga sedang menyelidiki kematian dan minggu ini membentuk komisi penyelidikan baru untuk menangani kasus tersebut.

Sementara itu, BPOM dalam pernyataannya belum lama ini menegaskan bahwa obat batuk yang menyebabkan kematian anak di Gambia tidak ada di Indonesia.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU