Selasa, 04 JUNI 2024 • 13:40 WIB

Mengapa Membakar Sampah Berbahaya untuk Kesehatan? Ini 9 Alasannya

Author

Mengapa Membakar Sampah Berbahaya? Inilah 9 Alasannya (oneeducation.org.uk)

INDOZONE.ID - Membakar sampah rumah tangga, di masa lalu merupakan praktik umum yang mungkin dapat diterima oleh masyarakat.

Jika dulu sampah rumah tangga terutama terdiri dari kayu dan kertas, kini sampah sering mengandung plastik, kertas berlapis, dan bahan sintetis lainnya, yang dapat  berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya.

Berikut 9 alasan mengapa membakar sampah sangat berbahaya.

1. Perubahan Komposisi Sampah

Bakar Sampah (climatecentral.org)

Di masa lalu, sampah rumah tangga sebagian besar terdiri dari kayu dan kertas. Kini, sampah rumah tangga mengandung berbagai jenis plastik, kertas berlapis, dan bahan sintetis lainnya.

Penambahan bahan sintetis ini meningkatkan tingkat polusi yang dihasilkan dari pembakaran sampah terbuka.

2. Dampak Pembakaran pada Suhu Rendah

Pembakaran sampah di dalam barel/tong (waste360.com)

Pembakaran sampah dalam barel/tong menghasilkan suhu rendah, sekitar 204 hingga 260 derajat Celsius, yang tidak membakar bahan dengan efisien.

Akibatnya, berbagai jenis polutan dilepaskan ke udara, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, terutama bagi anak-anak, remaja, wanita hamil, orang tua, dan penderita gangguan pernapasan.

3. Penumpukan Zat Beracun

Pembakaran sampah (vecteezy.com)

Pembakaran sampah yang berulang di lokasi yang sama dapat menyebabkan penumpukan zat beracun di sekitar area pembakaran.

Zat-zat ini dapat mencemari tanah dan air, yang kemudian dapat masuk ke rantai makanan dan berdampak pada kesehatan manusia.

4. Bahaya dari Pembakaran Sampah Terbuka

Bakar Sampah di Ruang Terbuka (vecteezy.com)

Membakar sampah terbuka memiliki berbagai risiko, termasuk masalah kesehatan, bahaya kebakaran liar, dan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Gejala Hoarding Disorder, Gangguan Mental Hidup dengan Tumpukan Sampah yang Terabaikan

Salah satu bahan kimia yang dilepaskan adalah dioksin, yang dapat menyebabkan gangguan reproduksi, penekanan sistem kekebalan, gangguan hormonal, serangan asma, dan kanker.

5. Mengandung Polutan Berbahaya Lainnya

Bakar sampah mengandung polutan berbahaya (thehansindia.com)

Selain dioksin, banyak bahan kimia berbahaya lainnya yang dilepaskan, termasuk nitrogen oksida, sulfur dioksida, bahan kimia organik volatil (VOC), bahan organik poliklik (POM), dan heksaklorobenzena (HCB).

Abu yang dihasilkan dari pembakaran terbuka dapat mengandung logam berat seperti kadmium, timbal, arsenik, kromium, dan merkuri, yang semuanya berdampak negatif pada kesehatan manusia.

6. Dampak Partikulat

Dampak partikulat sampah (stlawrence.cce.cornell.edu)

Partikulat yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat menyebabkan masalah jantung dan pernapasan.

Penelitian menunjukkan bahwa partikulat dari pembakaran terbuka lebih berbahaya bagi kesehatan manusia dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

Bagi individu dengan kondisi kesehatan yang sudah ada seperti bronkitis, asma, dan emfisema, partikulat dapat memperburuk kondisi tersebut.

7. Kerusakan pada Material Buatan

Asap pembakaran sampah. (punemirror.com)

Bahan kimia dalam asap pembakaran dapat mempercepat kerusakan material buatan, seperti beton, cat, dan logam ketika bahan kimia ini bercampur dengan air hujan.

8. Risiko Kebakaran

Kebakaran akibat bakar sampah. (malaymail.com)

Ada juga risiko besar bahwa api dari pembakaran sampah dapat lepas kendali, menyebabkan kebakaran liar, cedera, atau kematian.

Baca Juga: Kamu Termasuk Anak Kos yang Suka Timbun Sampah? Hati-Hati Kena Hoarding Disorder

Data menunjukkan bahwa korban fatal akibat pembakaran terbuka meningkat.

9. Alternatif Membakar Sampah

Membuat pupuk kompos dari sisa sampah rumah tangga (lawnlove.com)

Ada banyak alternatif untuk membakar sampah, termasuk:

- Membawa sampah sendiri ke tempat pembuangan akhir
- Mengurangi volume sampah
- Mendaur ulang
- Membuat kompos
- Memotong vegetasi alami untuk digunakan sebagai mulsa
- Menggunakan jasa pengangkut sampah pribadi

Masyarakat dapat membawa sampah sendiri ke tempat pembuangan akhir atau pusat daur ulang, mengurangi volume sampah dengan membeli produk yang lebih sedikit kemasannya, menggunakan kembali produk, dan mendaur ulang. Bahan organik dapat dikomposkan untuk digunakan sebagai pupuk.

Banyak daerah pedesaan dilayani oleh pengangkut sampah pribadi yang menawarkan layanan serupa dengan pengangkut sampah kota.

Risiko masalah kesehatan dan cedera serta dampak toksik pada lingkungan tidak sebanding dengan manfaatnya.

Ada banyak alternatif untuk menghilangkan sampah yang tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia, dan lebih baik untuk lingkungan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Extension.okstate.edu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU