Selasa, 04 JUNI 2024 • 20:40 WIB

Makanan Penyebab Bau Badan yang Perlu Dihindari

Author

Ilustrasi seseorang yang terganggu akibat bau badan (Pixabay)

INDOZONE.ID - Bau badan yang tidak sedap dapat mengganggu rasa percaya diri dan kenyamanan sosial. Salah satu faktor yang mempengaruhi bau tubuh adalah jenis makanan yang kita konsumsi.

Beberapa makanan mengandung senyawa tertentu yang dapat keluar melalui keringat atau gas usus, menyebabkan bau yang tidak menyenangkan.

Berikut adalah sepuluh makanan yang bisa menyebabkan bau badan dan alasan mengapa mereka berpengaruh pada aroma tubuh kita.

1. Bawang-bawangan

Bawang bombay. (Ilustrasi/Unsplash/Lars Blankers)

Bawang bombay dan bawang putih mengandung senyawa sulfur seperti alisin, yang memberikan aroma khas pada makanan.

Setelah dikonsumsi, senyawa ini diubah menjadi senyawa volatil seperti metil alil sulfida yang keluar melalui pori-pori kulit saat berkeringat, menyebabkan bau badan yang kuat.

2. Makanan Pedas

Ilustrasi makanan pedas

Makanan pedas seperti cabai mengandung capsaicin, yang dapat meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan keringat berlebih.

Keringat ini mengandung senyawa yang dapat menyebabkan bau tidak sedap saat menguap.

3. Kari dan Masakan Berbumbu Kuat

Ilustrasi makanan pedas. (Unsplash/Nick Karvounis)

Masakan kari dan berbumbu kuat mengandung rempah seperti kunyit, lada, dan jintan yang dapat masuk ke dalam aliran darah dan dikeluarkan melalui keringat, menyebabkan bau badan yang kuat.

4. Jenis-jenis Ikan

Ikan teri. (freepik.com)

Beberapa jenis ikan seperti ikan teri, ikan mackerel, dan ikan sarden mengandung trimetilamina N-oksida.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Bau Badan dengan Mudah, Alami dan Efektif

Setelah dicerna, zat ini dapat keluar melalui keringat dan menghasilkan bau yang tidak sedap.

5. Telur

Ilustrasi Telur Rebus (Foto: astronauts.id)

Telur mengandung sulfur yang setelah dicerna diubah menjadi hidrogen sulfida, yang dapat menyebabkan bau badan tidak sedap ketika keluar melalui keringat dan gas usus.

6. Sayuran Jenis Cruciferous

kubis (zonefresh.com)

Sayuran cruciferous seperti brokoli, kol, dan kubis mengandung senyawa sulfur yang menyebabkan bau tidak sedap ketika dicerna dan keluar melalui keringat dan gas usus.

7. Daging Merah

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 63.000 orang dewasa China menunjukkan bahwa makan daging merah dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. (freepik.com)

Daging merah mengandung lemak tinggi dan memerlukan waktu lama untuk dicerna. Selama pencernaan, bakteri dalam usus menghasilkan senyawa yang dapat mempengaruhi bau tubuh saat keluar melalui keringat dan gas usus.

8. Produk Susu

Ilustrasi susu. (FREEPIK/azerbaijan-stockers)

Beberapa orang mengalami intoleransi laktosa, yaitu kurangnya enzim laktase yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa dalam susu.

Kondisi ini menyebabkan gangguan pencernaan dan menghasilkan senyawa yang tidak sedap ketika keluar melalui gas usus, yang mungkin juga terkait dengan bau badan.

9. Alkohol

Ilustrasi minuman alkohol. (Unsplash/@waldemarbrandt67w)

Saat tubuh mencerna alkohol, hati mengubahnya menjadi asetaldehida, senyawa yang memiliki bau tidak sedap.

Asetaldehida ini kemudian keluar melalui keringat dan pernapasan, menyebabkan bau badan yang tidak menyenangkan. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin kuat bau tubuh.

10. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji. (freepik.com)

Makanan cepat saji mengandung banyak lemak jenuh, minyak, dan bahan kimia tambahan yang mempengaruhi metabolisme tubuh.

Senyawa-senyawa ini kemudian keluar melalui keringat dan gas usus, menyebabkan bau tubuh yang tidak sedap.

11. Asparagus

Ilustrasi asparagus. (Pexels/Burst)

Asparagus mengandung senyawa yang dapat menyebabkan bau pada urine setelah dikonsumsi.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Diketahui dari Bau Badan, Kenali Ciri-cirinya Berikut!

Senyawa ini diubah menjadi senyawa belerang oleh tubuh dan keluar melalui keringat, menyebabkan bau badan yang tidak sedap.

12. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan pilihan makanan yang baik untuk penderita tekanan darah tinggi dan diabetes. (freepik.com)

Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang polong, dan kacang kedelai mengandung senyawa yang sulit dicerna oleh tubuh.

Saat dicerna, bakteri dalam usus menghasilkan gas yang bisa menyebabkan bau badan yang tidak sedap.

13. Gandum dan Produk Tepung

Biji gandum. (freepik.com)

Gandum dan produk tepung seperti roti dan pasta mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menyebabkan fermentasi bakteri dalam usus.

Proses fermentasi ini menghasilkan gas yang dapat mempengaruhi bau tubuh.

14. Jeroan dan Daging Organ

Ilustrasi jeroan, yakni hati ayam untuk diolah menjadi menu MPASI.

Jeroan seperti hati, ginjal, dan limpa serta daging organ lainnya mengandung banyak lemak dan nutrisi.

Konsumsi berlebihan jeroan dapat menyebabkan tubuh menghasilkan senyawa tertentu yang bisa mempengaruhi bau tubuh.

15. Kopi

Ilustrasi kopi.

Kopi mengandung kafein yang bisa meningkatkan produksi asam lambung dan merangsang kerja usus. Akibatnya, pencernaan dapat menjadi tidak stabil, dan ini dapat mempengaruhi bau tubuh.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MyClevelandClinic, DiriCare

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU