Kamis, 26 DESEMBER 2024 • 15:30 WIB

Dampak Kesehatan Konsumsi Snack Campur, Jajanan Baru yang Viral

Author

Ilustrasi snack campur viral

INDOZONE.ID - Dunia kuliner memang tidak pernah ada habisnya dengan semakin bermunculannya berbagai ide baru.

Trend kuliner yang semakin beragam ini dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya selera konsumen yang sangat mudah merasa bosan, pengaruh budaya, serta pengaruh media sosial yang turut mempopulerkan makanan baru yang menarik sehingga menimbulkan efek konsumtif masyarakat yang tidak mau ketinggalan untuk mencoba atau disebut Fear of Missing Out (FOMO).

Salah satunya jenis jajanan ini sedang naik daun yaitu snack campur. Trend ini sebelumnya sudah ada dan serupa dengan konten Bring your own bag of chips dari kreator Amerika Serikat melalui akun TikTok @flavorhivetruck, yang kemudian semakin merambah di berbagai negara, salah satunya di Indonesia.

Baca Juga: Tantangan yang Harus Dihadapi Penderita PCOS, Mulai dari Gangguan Hormon hingga Dampak Kesehatan Mental

Seperti Apa Sih Snack Campur?

Pada dasarnya, jajanan ini merupakan makanan ringan atau snack keripik kemasan yang ditambahkan bahan pelengkap lain seperti kentang goreng, olahan daging, sayuran, serta topping lainnya dan tambahan berbagai jenis saus kemudian dicampur lalu disajikan langsung dalam kemasan snack.

Jajanan ini menjadi trend baru di kalangan gen z dan mulai dijumpai sebagai peluang bisnis baru.

Bagaimana Dampaknya untuk Kesehatan?

Berikut beberapa dampak kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi snack campur yang lagi viral di media sosial.

1. Tinggi Kalori

Snack makanan ringan rata-rata mengandung 150–300 kalori per porsi (sekitar 28–50 gram). Jika satu bungkus snack memiliki sekitar 3 takaran saji (porsi) dan snack dihabiskan dalam satu kali makan, maka kalori yang diperoleh jauh lebih tinggi.

Tambahan topping yang diolah dengan cara digoreng seperti kentang goreng, chicken crispy, sosis, dan beef juga turut menyumbang kalori dan lemak.

Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering dapat menimbulkan risiko obesitas.

2. Tinggi Natrium

Kandungan natrium dalam snack bergantung pada varian rasa yang kompleks (keju, barbeque, pedas, dll). Jika ditambahkan dengan aneka saus (saus keju, mayonaise, saus tomat, saus pedas) atau bumbu lain, kandungan natrium pada snack semakin meningkat.

Batas konsumsi natrium harian untuk orang dewasa menurut Kemenkes umumnya tidak melebihi 2.000 mg.

Konsumsi natrium yang tinggi dengan frekuensi yang sering akan berdampak pada tekanan darah tinggi (hipertensi).

Baca Juga: Anak-anak yang Lahir di Era 2020 Kena Ancaman Dampak Kesehatan Krisis Iklim

3. Rendah Serat

Jenis sayuran yang dimasukkan pada snack campur tidak sebanding jika jumlahnya sangat sedikit. Porsi sayuran yang lebih banyak membantu keseimbangan asupan gizi.

Apakah Snack Campur Berbahaya?

Snack campur tidak berbahaya dan boleh dimakan sesekali sebagai cemilan, namun tidak disarankan dikonsumsi dengan frekuensi yang sering dan dalam jumlah yang besar karena meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan gangguan kesehatan lainnya sehingga perlu diperhatikan batasan konsumsinya.

Modifikasi bahan, proses pengolahan, dan kontrol jumlah porsi snack yang dimakan dapat dilakukan untuk mengatasi risiko kesehatan.

 


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TikTok/@flavorhivetruck

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU