Sabtu, 25 JANUARI 2025 • 17:00 WIB

Mengenal Stenosis Aorta: Gejala, Diagnosis, hingga Pengobatannya

Author

Ilustrasi jantung

INDOZONE.ID - Gejala stenosis aorta sering kali terlihat pada saat penyakit sudah dalam stadium lanjut. Terutama pada wanita, banyak gejala yang tidak spesifik dan sering diabaikan.

Seorang ahli jantung memberikan saran agar wanita lanjut usia dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memperhatikan gejalanya.

Jantung memiliki beberapa bagian vital yang mempunyai fungsinya masing-masing. Salah satunya adalah katup aorta yang mengalirkan darah dari bilik (ventrikel) kiri ke pembuluh darah aorta. 

Baca Juga: Duduk Terlalu Lama? Hati-hati Reisiko Gagal Jantung!

Saat bagian ini tidak bisa membuka dengan maksimal atau terjadi penyempitan, maka kondisi inilah yang disebut sebagai stenosis aorta.

Stenosis Aorta merupakan salah satu jenis penyakit katup jantung (valvular heart disease). Simak di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai stenosis aorta.

Apa Itu Stenosis Aorta?

Mengenal Stenosis Aorta. (freepik.com)

Aortic stenosis atau biasa dikenal dengan stenosis aorta merupakan kondisi di mana katup aorta yang menghubungkan bilik jantung bagian kiri (ventrikel kiri) dengan pembuluh darah arteri utama tubuh (aorta) menyempit atau tidak bisa membuka dengan maksimal.

Setiap katup di dalam jantung mempunyai tutup yang bisa membuka dan menutup setiap kali jantung berdetak. Biasanya, katup ini tidak bisa berfungsi dengan baik seperti tidak bisa membuka sepenuhnya atau tidak menutup dengan rapat.

Ketika hal ini sudah terjadi, aliran darah kamu akan terganggu dan menjadi tidak lancar.

Penderita aortic stenosis akan dibiasakan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh melalui katup yang menyempit ini. Seiring berjalannya waktu, kondisi jantung akan mengalami pembengkakan karena beban kerja yang semakin memberat.

Diagnosis Stenosis Aorta yang Tepat Waktu

Diagnosis sejak dini sangatlah penting, karena memungkinkan dokter bisa membantu pasien mengelola kondisi apa pun yang bisa menyebabkan endapan kalsium, mengendalikan kadar kolesterol, dan menyarankan perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, untuk memperlambat perkembangan penyakit.

Pengobatan stenosis aorta melibatkan penggunaan diuretik untuk mengurangi retensi cairan tubuh, serta obat-obatan lain untuk mengontrol detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan memperlebar pembuluh darah.

Tujuan utama pengobatan ini adalah mengelola gejala dan mencegah komplikasi, namun tidak dapat menghentikan progres penyakit.

Oleh karena itu, pemantauan dokter secara teratur melalui pemindaian jantung dan pengawasan gejala oleh pasien sangat penting untuk mendeteksi dan mengobati eksaserbasi penyakit secara tepat waktu.

Baca Juga: Apa Hubungan Sakit Jantung dengan Polusi Udara? Ini Penjelasannya

Pengobatan Stenosis Aorta Melalui Pembedahan dan Pemulihan

Pengobatan tradisional untuk stenosis aorta melibatkan operasi jantung terbuka dengan penggantian katup jantung.

Dokter melakukan sayatan di dada pasien untuk mengakses jantung, mengidentifikasi katup yang menyempit, dan menggantinya dengan katup buatan atau biologis.

Namun, sejak tahun 2009, prosedur minimal invasif Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) telah tersedia.

Prosedur ini melibatkan tusukan kecil di area kaki atau selangkangan, di mana kateter dimasukkan melalui arteri dan diarahkan ke jantung.

Katup biologis pengganti kemudian ditempatkan di dalam stent logam dan diarahkan ke katup yang menyempit, mengembang dan mendorong katup lama ke samping, sehingga memungkinkan aliran darah yang lebih baik dari jantung ke seluruh tubuh.

Prosedur TAVI memiliki kelebihan karena minimal invasif, sehingga risikonya lebih rendah dan waktu pemulihannya lebih singkat dibandingkan dengan operasi jantung terbuka.

Menurut Assoc Prof Ho, prosedur ini sangat cocok untuk pasien lanjut usia yang berusia 75 tahun ke atas. Namun, perlu diingat bahwa katup biologis memiliki masa pakai yang terbatas, yaitu sekitar delapan hingga 12 tahun.

Oleh karena itu, prosedur ini tidak cocok untuk pasien yang lebih muda, yaitu berusia 65 tahun ke bawah, karena mereka mungkin harus menjalani beberapa prosedur dalam hidup mereka.

Pasien tersebut akan lebih diuntungkan dari operasi jantung terbuka dengan katup logam. Untuk pasien berusia antara 65 dan 75 tahun, dokter akan menilai kesesuaian prosedur berdasarkan kasus per kasus.

Baik prosedur TAVI maupun operasi jantung terbuka memerlukan pasien untuk mengonsumsi obat pengencer darah seumur hidup. Namun, katup logam memerlukan pengencer darah yang lebih kuat karena dapat memicu lebih banyak pembentukan gumpalan.

Penulis: Nadya Mayangsari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cnalifestyle.channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU