Jumat, 07 FEBRUARI 2025 • 10:52 WIB

Berapa Banyak Kafein yang Aman untuk Remaja? Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi remaja minum kafein. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Di era yang serba cepat ini, baik orang dewasa maupun anak-anak dituntut untuk tetap produktif dan fokus setiap saat. Tak heran jika banyak orang mencari cara untuk tetap terjaga dan berenergi, salah satunya dengan mengonsumsi kafein.

Namun, apakah konsumsi kafein benar-benar aman bagi remaja? Jika iya, berapa batasan yang disarankan? Berikut penjelasannya.

Apakah Kafein Aman untuk Remaja?

Ilustrasi kafein dalam kopi. (freepik.com)

Menurut Dr. Srabani Mukherjee, ahli gizi di Fortis Hospital, Anandapur, India konsumsi kafein dapat berdampak buruk pada perkembangan tubuh remaja. Selain berisiko menghambat perkembangan otak, kafein juga dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang.

Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan. Senyawa ini ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman seperti kopi, teh, cokelat, dan minuman berenergi.

Meskipun konsumsi kafein melalui teh dan kopi sudah menjadi kebiasaan bagi orang dewasa, para ahli kesehatan tidak menganjurkan konsumsi kafein bagi anak-anak dan remaja.

Beberapa dampak negatif kafein pada remaja antara lain:

Baca Juga: Apakah Kafein Dapat Menyebabkan Kecemasan? Ini Jawaban dan Alasannya

- Gangguan tidur

Kafein dapat mengganggu pola tidur, menyebabkan kelelahan, perubahan suasana hati, dan penurunan konsentrasi.

- Kecemasan dan Gelisah

Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan perasaan cemas dan gelisah.

- Peningkatan Detak Jantung dan Tekanan Darah

Efek sementara dari kafein dapat berisiko bagi remaja dengan kondisi jantung tertentu.

Baca Juga: Kafein Ternyata Pengaruhi Kesehatan Reproduksi Pria: Pencinta Kopi, Yuk Baca!

- Dehidrasi

Sebagai diuretik, kafein dapat meningkatkan produksi urine dan menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan konsumsi air yang cukup.

- Ketergantungan Kafein

Konsumsi kafein secara rutin dalam jumlah besar dapat menyebabkan ketergantungan dan gejala putus kafein saat dikurangi.

- Kekurangan Nutrisi

Kafein berlebih dapat menurunkan nafsu makan, sehingga remaja berisiko kehilangan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Berapa Batas Aman Konsumsi Kafein untuk Remaja?

Ilustrasi remaja minum kopi. (freepik.com)

Berdasarkan data dari US Food and Drug Administration (FDA), batas konsumsi kafein yang dianggap aman bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg per hari atau setara dengan 2-3 cangkir kopi ukuran sedang.

Namun, bagi remaja, konsumsi kafein tidak dianjurkan dan sebaiknya dibatasi maksimal 100 mg per hari. Dr. Mukherjee juga menekankan pentingnya bagi orang tua untuk memperhatikan sumber kafein tersembunyi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak mereka.

Alternatif Sehat Pengganti Kafein

Ilustrasi air lemon untuk pengganti kafein. (freepik.com)

Daripada mengandalkan kafein untuk meningkatkan energi dan fokus, ada beberapa cara sehat yang dapat membantu remaja tetap aktif dan berkonsentrasi dengan baik:

- Olahraga dan Teknik Pernapasan Dalam

Untuk meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke otak.

- Paparan Sinar Matahari Alami

Untuk membantu produksi vitamin D dan meningkatkan energi.

- Tidur Siang Singkat (Power Nap)

Agar tubuh tetap segar dan fokus.

- Air Lemon

Untuk menjaga hidrasi tubuh dan memberikan tambahan antioksidan.

- Ginseng

Dikenal memiliki sifat adaptogenik yang dapat meningkatkan energi dan kejernihan mental.

- Teh Peppermint

Untuk meningkatkan fokus dan kewaspadaan.

- Teh Matcha

Jenis teh hijau yang mengandung L-theanine untuk meningkatkan fokus tanpa menyebabkan gelisah.

Bagi banyak orang, kafein menjadi solusi instan untuk mengusir kantuk dan meningkatkan konsentrasi. Namun, bagi remaja, konsumsi kafein bukanlah pilihan untuk meningkatkan fungsi otak.

Justru, efek jangka panjangnya bisa berdampak pada kualitas tidur, kesehatan jantung, hingga risiko dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

Oleh karena itu, orang tua perlu lebih memperhatikan konsumsi kafein anak-anak mereka, serta membatasi asupannya tidak lebih dari 100 mg per hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Onlymyhealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU