INDOZONE.ID - Penyakit Crohn merupakan jenis penyakit radang usus (IBD) yang menyebabkan pembengkakan dan iritasi jaringan.
Iritasi jaringan biasa disebut dengan peradangan di saluran pencernaan, hingga menyebar ke lapisan usus yang lebih dalam.
Hal ini tentu menyebabkan sakit perut, diare parah, kelelahan, penurunan berat badan, dan kekurangan gizi.
Meskipun mirip dengan diare, namun Crohn ini memberikan efek sakit yang luar biasa, sehingga menyebabkan tubuh sangat lemah, dan bisa mengancam jiwa kamu apabila kamu mengabaikannya.
Perlu kamu ketahui, penyakit Crohn belum ada obatnya, namun untuk mengurangi rasa sakitnya bisa kamu lakukan terapi.
Gejala Penyakit Crohn
Gejala penyakit Crohn, meliputi berikut ini:
Baca Juga: 15 Cara Alami Mengatasi Sakit Perut Tanpa Obat, Dijamin Ampuh!
- Diare
- Demam
- Kelelahan
- Sakit perut dan kram
- Darah dalam tinja
- Sariawan
- Nafsu makan berkurang dan berat badan turun
- Nyeri atau keluarnya cairan di dekat atau sekitar anus akibat peradangan dari terowongan di kulit, yang disebut fistula
Penyakit Crohn dapat menyerang bagian tubuh mana pun, mulai dari usus kecil atau besar.
Gejala Crohn tidak bisa diprediksi, terkadang dapat muncul tiba-tiba tanpa peringatan, atau merasakan gejala-gejala tersebut. Hal ini dikenal sebagai remisi.
Faktor Risiko
Faktor risiko penyakit Crohn, seperti berikut ini.
-
Riwayat keluarga
Sebanyak 1 dari 5 orang dengan penyakit Crohn memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ini. -
Usia
Kebanyakan orang yang terkena penyakit Crohn didiagnosis sebelum berusia sekitar 30 tahun. -
Suku bangsa
Orang kulit putih memiliki risiko tertinggi, terutama orang-orang keturunan Yahudi Eropa Timur (Ashkenazi). -
Merokok
Merokok merupakan faktor risiko terpenting yang dapat dikendalikan untuk mengembangkan penyakit Crohn. -
Obat antiinflamasi nonsteroid
Obat ini meliputi ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lain-lain), naproxen sodium (Aleve), diclofenac sodium, dan lain-lain. Meskipun tidak menyebabkan penyakit Crohn, obat ini dapat menyebabkan peradangan usus yang memperburuk penyakit Crohn.
Baca Juga: Tips Mengatasi Sakit Perut di Tengah Aktivitas Sehari-hari
Kapan harus ke dokter?
Kamu harus datang ke dokter apabila merasakan gejala berikut ini.
- Sakit perut
- Darah dalam tinja
- Mual dan muntah
- Diare berlangsung lebih dari dua minggu
- Menurunkan berat badan tanpa berusaha
- Demam selain gejala-gejala di atas
Penulis: Hilwah Nur Puspitawati
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic, Health