INDOZONE.ID - Sudah lama diketahui bahwa gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga bisa membantu menurunkan risiko Alzheimer.
Namun, sebuah studi terbaru mengungkap bahwa duduk terlalu lama ternyata bisa menghapus manfaat tersebut.
Artinya, meskipun kamu rajin olahraga, jika terlalu sering duduk, risiko penurunan kognitif dan kerusakan otak tetap tinggi.
Baca Juga: 7 Minuman Penyegar Otak: Bantu Fokus, Ingat Lebih Tajam, dan Cegah Alzheimer
Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyusutan Otak
Penelitian yang dipublikasikan di Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association menemukan bahwa orang dewasa yang menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi sedentari — seperti duduk atau berbaring dalam waktu lama memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif dan penyusutan otak, terutama di area yang berkaitan dengan Alzheimer.
“Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan Alzheimer saat ini.
Oleh karena itu, faktor gaya hidup yang bisa dimodifikasi menjadi sangat penting untuk dicegah,” ujar Marissa A. Gogniat, PhD, penulis utama studi sekaligus asisten profesor neurologi di University of Pittsburgh School of Medicine.
Studi Melibatkan Ratusan Partisipan Usia 50 Tahun ke Atas
Penelitian ini melibatkan 404 peserta dari Vanderbilt Memory and Aging Project, dengan usia 50 tahun ke atas.
Selama satu minggu, peserta diminta menggunakan alat pemantau aktivitas (triaxial accelerometer) selama 24 jam penuh.
Selain itu, mereka menjalani tes neuropsikologi dan pemindaian otak MRI selama tujuh tahun.
Gogniat menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun ia meneliti manfaat olahraga terhadap pencegahan Alzheimer.
Namun, ia tertarik melihat bagaimana waktu duduk bisa memberikan pengaruh tersendiri terhadap risiko penyakit ini.
Olahraga Tak Cukup Jika Kamu Masih Terlalu Banyak Duduk
Yang mengejutkan, meskipun sebagian besar peserta (87%) telah memenuhi rekomendasi aktivitas fisik mingguan dari CDC, mereka yang tetap banyak duduk tetap menunjukkan risiko penurunan kognitif dan penyusutan hippocampus, bagian otak penting untuk memori.
“Selama ini kita berpikir bahwa olahraga rutin cukup untuk mencegah Alzheimer, tapi ternyata duduk terlalu lama tetap menjadi faktor risiko tersendiri,” jelas Gogniat.
Temuan ini juga lebih kuat terlihat pada peserta yang membawa gen risiko Alzheimer, yaitu APOE-e4.
Ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki risiko genetik justru lebih rentan terhadap efek negatif dari perilaku sedentari.
Bukan Hanya Soal Aktivitas Fisik, Tapi Juga Waktu Duduk
Dr. Constance Katsafanas, ahli neurologi dari Marcus Neuroscience Institute, menyebutkan bahwa meski ukuran sampel penelitian tergolong kecil, hasilnya menambah perspektif baru.
Ia menambahkan bahwa meskipun penelitian sebelumnya juga menunjukkan hubungan antara gaya hidup sedentari dengan penurunan memori dan ketebalan otak, studi ini menunjukkan hal itu tetap terjadi meskipun peserta telah berolahraga secara rutin.
Tips Sederhana untuk Mengurangi Waktu Duduk
Kabar baiknya, waktu duduk adalah faktor risiko yang bisa kamu kendalikan.
Dr. Sanjula Dhillon Singh dari Harvard Medical School memberikan beberapa saran mudah untuk membantu kamu lebih aktif sepanjang hari:
- Atur pengingat untuk berdiri dan meregangkan tubuh setiap 30-60 menit.
- Cobalah berjalan atau bergerak saat melakukan panggilan telepon.
- Ajak teman atau keluarga jalan kaki bareng, atau ikut kelas gerak online.
- Ubah aktivitas rutin menjadi lebih aktif, seperti naik tangga daripada lift.
“Banyak dokter bertanya seberapa sering pasien berolahraga, tapi jarang yang bertanya berapa lama mereka duduk. Padahal ini sama pentingnya,” kata Singh.
Duduk Lebih Singkat, Otak Lebih Sehat
Menurut penelitian, sekitar 45% kasus demensia sebenarnya bisa dicegah dengan mengubah faktor risiko yang bisa dimodifikasi.
Jadi, bukan hanya soal menambahkan olahraga dalam rutinitasmu, tapi juga soal mengurangi waktu duduk sebanyak mungkin.
Baca Juga: Kefir Probiotik: Harapan Baru dalam Melawan Penyakit Alzheimer?
jika kamu ingin menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko Alzheimer, jangan hanya fokus pada olahraga.
Perhatikan juga berapa lama kamu duduk dalam sehari.
Dengan bergerak lebih sering, kamu bisa memberi perlindungan ekstra bagi otakmu di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medicalnewstoday.com