INDOZONE.ID - Lagi cari toner alami yang simpel, murah, tapi katanya ampuh bikin kulit glowing? Cuka apel lagi jadi perbincangan di dunia skincare. Banyak yang mengklaim bahan dapur ini bisa jadi toner andalan.
Tapi, apakah benar seampuh itu? Yuk, kita kupas faktanya!
Cuka Apel Jadi Toner? Emang Bisa?
Sejak zaman dulu, cuka apel dikenal sebagai bahan alami untuk pengawet dan pengobatan. Sekarang, bahan ini naik level jadi skincare, khususnya sebagai toner.
Toner sendiri adalah produk yang dipakai setelah cuci muka, berfungsi untuk membersihkan sisa kotoran sekaligus menjaga kelembaban kulit.
Baca juga: Penyebab Uban di Usia Muda dan Cara Mencegahnya, Wajib Kelola Stres dengan Baik
Nah, cuka apel mengandung zat asam yang punya sifat “astringent” alias bisa membantu mengencangkan dan membersihkan kulit.
Makanya, banyak orang mulai melirik cuka apel sebagai alternatif toner alami.
Cara Bikin Toner Cuka Apel di Rumah (Super Gampang!)
Nggak perlu ribet, kamu bisa bikin toner ini sendiri di rumah. Ini resep paling basic:
- 2 sendok makan cuka apel
- 1 gelas air (sekitar 150–240 ml)
- Campur, lalu aplikasikan pakai kapas ke wajah dan leher setelah cuci muka.
Baca juga: Kocak! Resepsi Pernikahan di Hari yang Sama, Dua Pengantin Bertetangga Ini Saling Kondangan
Kalau mau versi lebih “fancy”, kamu bisa tambahkan:
- Rose water
- Essential oil (lavender atau chamomile)
- Witch hazel (khusus kulit berminyak)
Apa Sih Manfaatnya Buat Kulit?
Meski belum banyak penelitian yang benar-benar membandingkan cuka apel dengan toner biasa pada umumnya, ada beberapa manfaat yang cukup menjanjikan:
Baca juga: Viral Sejumlah Orang Mengonsumsi Oli Mesin 2 Tak, Ini Dampak Bahayanya bagi Tubuh
- Membersihkan sisa kotoran di wajah
- Membantu mengecilkan tampilan pori-pori
- Mengurangi bakteri penyebab jerawat
- Memberi efek kulit lebih kencang
Kandungan asam asetat di dalamnya juga dikenal punya efek antibakteri, yang bisa bantu melawan jerawat.
Baca juga: Apakah Penderita Kanker Serviks Masih Bisa Hamil? Simak Penjelasan Medis
Bisa Hilangin Bekas Jerawat?
Banyak yang bilang toner cuka apel bisa memudarkan bekas jerawat. Tapi, faktanya belum ada bukti kuat yang mendukung klaim ini.
Memang, kandungan asam dari hasil fermentasi alami bisa bekerja seperti peeling ringan — yang berpotensi mengurangi peradangan dan risiko bekas jerawat. Tapi hasilnya belum tentu konsisten di semua orang.
Jadi, jangan berharap instan ya!
Baca juga: Apa Bedanya Bypass Jantung dan Pasang Ring Jantung? Ini Penjelasannya
Wajib Tahu! Ini Risiko yang Sering Diabaikan
Walaupun alami, bukan berarti aman 100%. Ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan:
- Jangan pakai langsung tanpa dicampur air — bisa bikin iritasi
- Kulit kering atau sensitif harus ekstra hati-hati
- Kurangi takaran kalau kulit terasa terlalu kering
- Selalu lakukan patch test sebelum dipakai ke wajah
FYI, jenis air yang kamu pakai juga bisa berpengaruh. Air dengan kandungan mineral tinggi (hard water) bisa bikin kulit makin kering.
Baca juga: Demam Hyrox! Tren Fitness Baru Ini Bikin Gym di Jakarta Full Terus
Alternatif Toner Alami Lain yang Nggak Kalah Hits
Kalau masih ragu pakai cuka apel, ada banyak opsi toner alami lain yang juga populer, seperti:
- Madu
- Tea tree oil
- Green tea
- Aloe vera
Bahkan bahan seperti rosemary, grape seed, hingga ekstrak kulit kayu pinus juga mulai dilirik karena kandungan antioksidannya.
Baca juga: Waspada Diabetes Sejak Muda, Ini Cara Mengontrol Gula Darah agar Tidak Melonjak
Jadi, Worth It atau Nggak?
Cuka apel memang punya potensi sebagai toner alami yang murah dan mudah dibuat. Banyak orang cocok dan merasakan manfaatnya, terutama untuk kulit berminyak atau berjerawat.
Tapi ingat, efeknya belum sepenuhnya didukung penelitian kuat. Jadi, hasilnya bisa berbeda-beda di tiap orang.
Kalau masih ragu, konsultasi ke dokter kulit tetap jadi langkah paling aman sebelum coba-coba skincare DIY.
Intinya: boleh coba, tapi jangan asal pakai! Kulit kamu tetap butuh perhatian ekstra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline