Ilustrasi Bypass Jantung atau Pasang Ring Jantung. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Masalah jantung, terutama penyakit jantung koroner, jadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya penyumbatan di pembuluh darah akibat penumpukan plak atau kolesterol.
Untuk mengatasinya, ada dua tindakan medis yang cukup umum dilakukan, yaitu bypass jantung dan pasang ring jantung. Meski tujuannya sama, ternyata cara kerja dan prosesnya beda jauh, lho.
Baca juga: Bolehkah Mandi saat Cacar Air? Ini Tips Aman dan Penjelasan Lengkapnya
Agar kamu nggak bingung, berikut adalah perbedaan keduanya dari beberapa aspek penting.
Pasang ring jantung biasanya digunakan untuk kasus penyumbatan yang masih ringan sampai sedang. Bahkan, prosedur ini sering jadi solusi cepat saat kondisi darurat seperti serangan jantung.
Selain itu, tindakan ini juga dilakukan jika nyeri dada nggak membaik meski sudah minum obat atau ubah gaya hidup.
Sementara itu, bypass jantung dilakukan untuk kondisi yang lebih serius. Misalnya, saat penyumbatan terjadi di banyak pembuluh darah atau di pembuluh utama, dokter biasanya akan menyarankan operasi bypass.
Baca juga: Apakah Vitiligo Bisa Sembuh atau Hanya Dikontrol? Ini Faktanya
Pasang ring jantung termasuk tindakan minim invasif. Dokter akan memasukkan kateter ke pembuluh darah, lalu memasang stent (ring) untuk membuka sumbatan. Prosesnya relatif lebih simpel tanpa harus operasi besar.
Berbeda dengan bypass jantung yang termasuk operasi besar. Dokter akan membuat jalan baru untuk aliran darah dengan mengambil pembuluh darah dari bagian tubuh lain, biasanya dari kaki, agar aliran darah bisa melewati jalur alternatif.
Dari segi waktu, pasang ring jauh lebih cepat. Biasanya hanya butuh sekitar 30 menit hingga 2 jam, tergantung kondisi pasien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: RS Pondok Indah