Ilustrasi sejumlah orang sedang latihan Hyrox di pusat kebugaran. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kompetisi kebugaran internasional HYROX, dipastikan hadir di Indonesia melalui ajang AirAsia HYROX Jakarta 2026 pada Juni mendatang.
Antusiasme masyarakat, khususnya di Jakarta, terlihat meningkat bahkan sebelum penyelenggaraan resmi diumumkan.
Fenomena ini tercermin dari penuhnya berbagai kelas latihan terkait Hyrox, di sejumlah pusat kebugaran di ibu kota dalam beberapa pekan terakhir.
Hyrox merupakan kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari sejauh 1 kilometer sebanyak delapan kali, dengan delapan stasiun latihan fungsional. Mulai dari sled push, wall ball, dan rowing.
Olahraga ini pertama kali diperkenalkan di Hamburg, Jerman, pada 2017, dan kini telah berkembang ke lebih dari 80 kota di dunia dengan ratusan ribu peserta setiap tahunnya.
Baca juga: 9 Olahraga untuk Turunkan Kolesterol yang Ampuh dan Nggak Ribet!
Di Indonesia, popularitas Hyrox mulai terlihat dari data penelusuran daring. Sepanjang 2025, olahraga ini masuk dalam jajaran topik kebugaran yang paling banyak dicari di mesin pencari.
Hal itu menandakan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga berbasis performa tersebut.
Seiring meningkatnya minat, kebutuhan akan metode latihan yang tepat juga ikut bertambah. Hyrox dikenal sebagai kompetisi yang menuntut kombinasi daya tahan, kekuatan, dan konsistensi latihan.
Sejumlah pengelola pusat kebugaran menyebutkankan, tingginya permintaan belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan pelatih, serta fasilitas latihan yang terstruktur.
“Demand luar biasa tinggi. Semua orang ingin tahu cara latihan Hyrox yang benar, tapi supply coach dan fasilitas yang terstruktur masih sangat terbatas,” ujar Manajemen FTL Gym, melalui keterangan tertulisnya.
Persiapan menghadapi kompetisi seperti Hyrox, umumnya membutuhkan latihan rutin sekitar empat hingga lima kali dalam sepekan, selama dua hingga tiga bulan.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat perkotaan dengan jadwal kerja yang padat dan tidak menentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers