Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 14:05 WIB

Tradisi Sewengenan: Wujud Rasa Syukur dan Kebersamaan Warga di Boyolali

Author

Tradisi Sewengenan di Boyolali. (Elfio Adistya/Z Creators)

INDOZONE.ID - Tradisi lokal kembali hidup di tengah masyarakat Desa Gajah Rejo, RT 04 RW 01, Bendosari, Sawit, Boyolali. Pada Selasa malam, warga setempat berkumpul untuk melaksanakan tradisi Sewengenan, sebuah adat turun-temurun yang digelar setelah seorang ibu melahirkan.

Tradisi ini menjadi momen penting bagi warga desa untuk bersama-sama mendoakan bayi agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang baik, sekaligus memberikan dukungan moral dan spiritual kepada orang tua. Selain itu, Sewengenan juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan ibu dan bayi setelah proses persalinan.

Baca juga: Tradisi Bahari Hidup di Parepare, Ratusan Warga Saksikan Pelepasan Perahu Sandeq

Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, tamu yang hadir disuguhi hidangan khas berupa teh hangat, ketan bubuk, dan jenang lemu. Hidangan sederhana ini bukan sekadar sajian, tetapi juga sarat makna.

Ketan bubuk, misalnya, melambangkan kraketan atau ikatan yang merekatkan persaudaraan antarwarga. Rasa manis dan gurihnya mencerminkan eratnya hidup bermasyarakat yang melahirkan kebahagiaan bersama. Sementara itu, jenang lemu menjadi simbol kesederhanaan, sekaligus doa akan kemakmuran, kesejahteraan, dan kesuburan bagi keluarga yang baru dikaruniai buah hati.

Baca juga: Menyingkap Kisah Pasola Sumba, Ritual Sakral yang Digelar untuk Kesuburan Tanah

Tradisi Sewengenan bukan hanya ajang doa bersama, tetapi juga cermin kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat pedesaan. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan rasa syukur adalah kekayaan budaya yang patut dijaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Pengalaman Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU