INDOZONE.ID - Menyambut bulan Ramadhan, beberapa daerah di Indonesia mulai bersiap untuk melakukan tradisi yang telah mengakar secara turun temurun.
Di Palembang, masyarakatnya mulai melakukan ziarah kubro, yakni tradisi keagamaan khas yang dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini bukan sekadar ritual spiritual biasa, tetapi juga bagian penting dari warisan budaya dan identitas religius masyarakat Palembang, dengan rangkaian prosesi penuh makna yang menyatukan umat dari berbagai daerah dan negara.
Baca juga: Puasa Syaban 2026: Jadwal, Niat dan Keutamaannya untuk Persiapan Menuju Ramadhan
Apa yang Dimaksud dengan Ziarah Kubro?
Ziarah kubro adalah tradisi tahunan menjelang Ramadhan untuk berziarah secara massal ke makam-makam ulama yang berjasa menyebarkan Islam di Palembang, mendoakan mereka, serta meneladani perjuangan dan kehidupannya.
Ziarah ini melibatkan ribuan peziarah dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, menjadikannya wisata religi penting dengan nuansa doa dan selawat yang kental.
Sejarah dan Makna Ziarah Kubro
Istilah Ziarah Kubro secara harfiah berarti "ziarah besar atau massal". Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan umat Muslim di Palembang, terutama komunitas keturunan Arab yang sejak dulu menetap di kota ini.
Pada awalnya, Ziarah Kubro dilaksanakan oleh keluarga dan komunitas etnis Arab sebagai bagian dari ruahan, tradisi berziarah ke makam keluarga dan para ulama pada sepuluh hari terakhir bulan Sya’ban untuk menyambut bulan Ramadhan.
Seiring waktu, tradisi ini berkembang pesat dan melibatkan masyarakat luas dari berbagai latar belakang.
Ziarah Kubro kini menjadi momentum ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi antar umat, dan mengenang jasa para ulama, aulia, dan tokoh Islam yang berjasa dalam penyebaran ajaran Islam di Bumi Sriwijaya.
Bagi banyak orang, kegiatan ini juga sarat makan spiritual, seperti mengingatkan akan kematian, mendoakan para pendahulu, serta meningkatkan kesadaran akan tujuan hidup yang lebih mulia menjelang Ramadhan.
Rangkaian Kegiatan Ziarah Kubro
Ziarah Kubro biasanya digelar selama tiga hari berturut-turut pada akhir bulan Sya'ban, dengan prosesi yang kaya akan simbolisme dan hikmah.
Berikut rangkaian kegiatan Ziarah Kubro secara umum:
Baca juga: Puasa Ramadhan dalam Islam: Dalil, Tafsir, dan Keutamaannya bagi Setiap Muslim
1. Pembukaan dan Ziarah Makam Ulama
Acara dimulai dengan berkumpulnya para peziarah di titik awal seperti Masjid Darul Muttaqin di kawasan 8 Ilir sebelum melanjutkan ziarah ke makam ulama besar seperti Al Habib Ahmad bin Syekh Shahab, Habib Aqil bin Yahya, dan makam lainnya di kawasan Seberang Ulu.
2. Arak-arakan Jalan Kaki
Prosesi ziarah biasanya diiringi arak-arakan jalan kaki dalam kelompok besar, lengkap dengan tabuhan marawis, gambus, serta pembacaan doa dan shalawat. Ini menggambarkan kebersamaan, kesucian niat, serta penghormatan kepada para tokoh terdahulu.
3. Tausiyah dan Rauhah
Selain ziarah makam, prosesi ini juga dilengkapi tausiyah atau ceramah agama di beberapa titik, memperkuat penghayatan spiritual dan memberikan pencerahan kepada para peziarah.
4. Puncak Ziarah di Kawasan Bersejarah
Puncak kegiatan sering dilakukan di lokasi bersejarah seperti Pemakaman Kawah Tengkurep dan Kambang Koci, tempat makam ulama dan pezikir tersohor. Kegiatan ini bisa mencakup doa bersama, tausiyah, dan refleksi religius
Selain bersifat religius, kegiatan ini juga menjadi kalender wisata religi yang menarik minat peziarah dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara, seperti Arab Saudi, Yaman, Malaysia, dan negara lainnya.
Jadwal Pelaksanaan Ziarah Kubro Palembang 2026
Tradisi Ziarah Kubro 2026 kembali digelar dengan antusias tinggi dari jamaah lokal maupun luar kota.
Berikut jadwal resmi kegiatan tahun ini:
6 – 8 Februari 2026
(bertepatan akhir bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah).
Rincian Acara:
- 6 Februari 2026: Ziarah ke makam keluarga dan ulama di Seberang Ulu serta makam Al-Habib Ahmad bin Syekh Shahab.
- 7 Februari 2026: Ziarah ke pemakaman di kawasan Babussalam dan rute sekitarnya di kawasan 8 Ilir.
- 8 Februari 2026: Puncak acara berupa arak-arakan dari Benteng Kuto Besak menuju Kawah Tengkurep dan Kambang Koci.
Diperkirakan sekitar 20.000 sampai 30.000 jamaah akan menghadiri tradisi ini, menjadikannya salah satu event religi terbesar di Palembang setiap tahunnya.
Baca juga: Dokter Minta Masyarakat Siapkan Mental Jelang Puasa Ramadhan, Kenapa?
Tips Mengikuti Ziarah Kubro
Untuk peziarah yang ingin ikut serta dalam tradisi ini, berikut beberapa tips yang bermanfaat:
- Kenakan pakaian muslim yang nyaman, banyak jamaah laki-laki memakai busana putih sebagai simbol kesucian.
- Siapkan fisik karena prosesi berjalan kaki cukup panjang.
- Booking akomodasi lebih awal karena kota Palembang akan padat kunjungan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Ziarah Kubro bukan sekedar tradisi ziarah biasa, melainkan simbol penghormatan kepada para ulama dan pendahulu yang berjasa dalam perkembangan di Palembang.
Dengan perpaduan antara budaya lokal, spiritualitas Islam, dan kebersamaan sosial, Ziarah Kubro terus lestari sebagai identitas religi yang kuat menjelang Ramadhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: E-Journal UIN Sunan Kalijaga, E-Journal UIN Raden Fatah Palembang