Kamis, 11 JUNI 2026 • 12:54 WIB

Kapan 10 Muharram 2026 Hari Apa? Catat Jadwal Puasa Asyura

Author

Ucapan 1 Muharram (pexels/@sheikharis)

INDOZONE.ID - Di antara seluruh hari pada bulan suci ini, tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura menempati kedudukan yang paling istimewa.

Mengingat kalender Islam bersandar pada revolusi bulan yang menyebabkan tanggalnya selalu bergeser dalam kalender Masehi, banyak masyarakat mulai mencari kepastian mengenai lini masa ibadah ini. Banyak pertanyaan muncul di mesin pencari: kapan 10 muharram 2026, 10 muharram hari apa, serta kapan pelaksanaan puasa sunnah yang menyertainya?

Untuk memastikan Anda tidak melewatkan hari istimewa ini, INDOZONE telah merangkum panduan lengkap mengenai estimasi tanggal resmi, jadwal puasa Tasua dan Asyura, sejarah besar, hingga keutamaan ibadah di Hari Asyura 2026.

Baca juga: 14 Peristiwa Penting di Bulan Muharram, Diterimanya Taubat Nabi Adam sampai Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah

Kapan Tanggal 10 Muharram 2026 dan Hari Apa?

Penanggalan Hijriah secara resmi dikeluarkan melalui perhitungan astronomis dan konfirmasi lapangan. Merujuk pada estimasi Kalender Hijriah Indonesia yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk tahun 1448 Hijriah, jawaban dari pertanyaan 10 Muharram jatuh pada tanggal berapa adalah jatuh pada hari Kamis, 25 Juni 2026.

Sistem penanggalan Islam menetapkan bahwa pergantian hari dimulai ketika matahari terbenam (waktu Magrib), bukan pada tengah malam pukul 00.00 seperti kalender Masehi. Oleh karena itu, malam 10 Muharram atau malam Asyura sudah mulai memasuki waktu sakralnya sejak hari Rabu petang, 24 Juni 2026 setelah berkumandangnya azan Magrib.

Meskipun estimasi astronomis sudah memetakan tanggal tersebut dengan sangat presisi, ketetapan finalnya di Indonesia akan tetap mengacu pada hasil keputusan Sidang Isbat dan pemantauan hilal awal Muharram 1448 H oleh Kemenag RI beserta ormas-ormas Islam terkait.

Jadwal Lengkap Puasa 9 dan 10 Muharram 2026

Hari Asyura sangat identik dengan ibadah puasa sunnah. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menunaikan puasa pada tanggal 10 Muharram. Namun, untuk membedakan tata cara ibadah umat Islam dengan umat Yahudi yang juga mengagungkan hari tersebut, Rasulullah SAW bertekad untuk menyandingkannya dengan puasa satu hari sebelumnya, yaitu puasa Tasua (9 Muharram).

Sebagai panduan taktis bagi Anda yang ingin mengumpulkan pahala berlimpah di bulan mulia ini, berikut adalah tabel jadwal puasa 9 dan 10 Muharram 2026, lengkap dengan opsi puasa 11 Muharram sebagai alternatif penguat ibadah:

Hari Tanggal Hijriah Tanggal Masehi Nama Ibadah / Momentum
Rabu 9 Muharram 1448 H 24 Juni 2026 Puasa Sunnah Tasua
Kamis 10 Muharram 1448 H 25 Juni 2026 Puasa Sunnah Asyura (Hari Asyura)
Jumat 11 Muharram 1448 H 26 Juni 2026 Puasa Sunnah 11 Muharram (Opsi Penggenap)

Para ulama menyebutkan bahwa format puasa Muharram terbaik adalah berpuasa selama tiga hari berturut-turut (9, 10, dan 11 Muharram) atau minimal memilih paket dua hari yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram demi kesempurnaan sunnah.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa 1 Muharram 1446 H/ 2024 M: Arab, Latin, dan Artinya

Sejarah Besar dan Peristiwa Penting di Hari Asyura

Hari Asyura bukanlah hari biasa yang tanpa makna. Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW diutus, tanggal 10 Muharram sudah dihormati karena menjadi saksi bisu dari berbagai kemenangan besar yang diberikan Allah SWT kepada para nabi terdahulu.

1. Kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun

Ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Madinah, beliau menjumpai kaum Yahudi sedang berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Saat ditanyakan alasannya, mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari kemenangan di mana Allah SWT membelah Laut Merah untuk menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran pasukan Firaun yang kejam.

Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam jauh lebih berhak dan lebih dekat untuk menghormati Nabi Musa AS daripada kaum Yahudi, sehingga beliau memerintahkan umat Islam untuk berpuasa.

2. Tragedi Karbala dan Syahidnya Imam Hussain

Bagi sejarah internal umat Islam, 10 Muharram juga membekas sebagai hari yang penuh duka lara. Pada hari ini di tahun 61 Hijriah, terjadi pembantaian memilukan di padang Karbala yang menyebabkan syahidnya cucu tercinta Rasulullah SAW, yakni Imam Hussain bin Ali RA. Peristiwa tragis ini diperingati sebagai lambang keteguhan sikap dalam melawan kezaliman dan mempertahankan kebenaran demi tegaknya marwah Islam.

Keutamaan Menjalankan Puasa Asyura bagi Umat Muslim

Menjalankan ibadah puasa pada Hari Asyura membawa keberkahan rohani yang sangat masif. Berdasarkan traktat hukum Islam dan hadis-hadis sahih, berikut adalah deretan keutamaan utama yang bisa Anda raih:

  • Pelebur Dosa Setahun yang Lalu
    Ini merupakan magnet terbesar bagi para pemburu pahala. Rasulullah SAW menegaskan kemuliaan puasa ini dalam sabdanya: "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).
  • Puasa Terbaik Setelah Ramadan
    Rasulullah SAW menjuluki Muharram sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Beliau bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. An-Nasai).
  • Tradisi Lebaran Yatim di Indonesia
    Selain berpuasa, masyarakat Muslim Indonesia secara turun-temurun menjadikan tanggal 10 Muharram sebagai "Lebaran Yatim". Momen ini diisi secara massal dengan gerakan sedekah, menjamu, dan mengusap kepala anak-anak yatim demi mengalirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga: 12 Contoh Poster Tahun Baru Islam 2024 1 Muharram 1446 H

Meluruskan Mitos dan Kesalahpahaman Seputar 10 Muharram

Seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa kebiasaan lokal dan takhayul di kalangan masyarakat yang sering kali dikaitkan dengan tanggal 10 Muharram, padahal tidak memiliki landasan hukum yang valid dalam hadis sahih maupun syariat Islam.

Beberapa mitos yang wajib kita sikapi secara kritis antara lain anggapan bahwa bulan Muharram adalah bulan pembawa sial sehingga dilarang menggelar pernikahan. Mitos lainnya adalah keyakinan bahwa mandi pada tanggal 10 Muharram bisa menjamin seseorang bebas dari segala penyakit sepanjang tahun, atau kewajiban memasak jenis makanan tertentu untuk ritual.

Sains Islam menegaskan bahwa Muharram adalah bulan mulia milik Allah SWT, sehingga tidak ada hari atau bulan yang membawa kesialan. Umat Islam diimbau untuk fokus mengisi Hari Asyura dengan meningkatkan kuantitas zikir, memperbanyak doa, bersedekah secara ikhlas, dan menyempurnakan ibadah puasa sesuai dengan tuntunan sunnah yang murni.

Sumber Referensi Hukum & Data Penanggalan:

  1. Kalender Kemenag. https://aceh.kemenag.go.id/storage/berita_informasi/01K7GE96M0ZVRJ62Z520RMYG1B.pdf
  2. Al-Qur'an Al-Karim, Surah At-Taubah ayat 36 tentang ketetapan empat bulan haram.
  3. Kitab Sahih Muslim, Hadis Nomor 1134 dan 1132 tentang keutamaan puasa Tasu'a dan Asyura.
  4. Kitab Sahih Bukhari, Hadis Nomor 4680 tentang sejarah puasa Asyura bersama Nabi Musa AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU