Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 JULI 2026 • 10:50 WIB

Bukan cuma Perang Air, Ini Arti dan Sejarah Tradisi Songkran di Thailand

Bukan cuma Perang Air, Ini Arti dan Sejarah Tradisi Songkran di Thailandtradisi Songkran (forum.lowyat.net)

INDOZONE.ID - Menyambut pertengahan bulan April, berbagai wilayah di Asia Selatan dan Asia Tenggara diramaikan oleh perayaan Tahun Baru tradisional yang sangat meriah. 

Salah satu yang paling melegenda adalah perayaan Songkran, sebuah festival air penuh kegembiraan yang dirayakan secara berkala setiap tanggal 13 hingga 15 April.

Perayaan ini menandai momen astronomis saat matahari memasuki zodiak Mesha atau Aries, melambangkan awal kehidupan yang baru.

Oleh karena itu, mari kita bahas mengenai budaya Songkran secara mendalam.

Baca juga: 7 Manfaat Kencur untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Sejarah dan Makna Tradisi Festival Songkran

Asal-Usul Kata dan Sejarah Songkran

Kata Songkran berasal dari bahasa Sanskerta Sankranti, yang menandai perpindahan matahari menuju zodiak baru dalam sistem astrologi Hindu.

Tradisi ini menyebar dari Asia Selatan ke Asia Tenggara pada milenium pertama Masehi melalui jalur perdagangan serta persebaran ajaran Buddha Theravada. 

Legenda Pertarungan Teka-Teki Brahma

Masyarakat lokal memercayai legenda populer tentang pemuda cerdas bernama Dhammapala yang berhasil memenangkan adu teka-teki melawan dewa Brahma.

Kemenangan tersebut membuat Brahma memotong kepalanya sendiri, yang kemudian disimpan oleh tujuh putrinya di dalam gua celestial agar tidak membakar bumi. 

Baca juga: Rambut Rontok dan Otot Menyusut? Ini Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Ritual Keagamaan dan Pembersihan Diri

Dimensi keagamaan Songkran diwujudkan melalui ritual memercikkan air ke patung Buddha serta membasuh telapak tangan para tetua sebagai bentuk penghormatan.

Percikan air melambangkan pembersihan diri dari segala keburukan dan nasib sial untuk menyambut tahun yang baru dengan suci. 

Tradisi Berbagi dan Pengumpulan Kebajikan

Selama perayaan berlangsung, masyarakat aktif melakukan aksi kebajikan (merit-making) guna memperbaiki karma baik bagi diri sendiri maupun leluhur.

Kegiatan ini meliputi pemberian sedekah kepada para biksu, melepaskan hewan tangkapan, hingga membersihkan rumah secara menyeluruh. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan cuma Perang Air, Ini Arti dan Sejarah Tradisi Songkran di Thailand

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!