Ilustrasi wanita sedang mengalami kecemasan. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Pernah merasa jantung berdebar, pikiran berantakan, atau gelisah tanpa alasan yang jelas? Padahal nggak ada masalah besar, nggak ada deadline, hubungan aman-aman aja, tapi perasaan tidak nyaman itu datang tanpa permisi.
Kalau kamu sering mengalaminya, mungkin itu bukan cuma stres biasa. Bisa jadi kamu sedang mengalami free-floating anxiety—kecemasan yang datang tanpa sebab yang bisa dijelaskan.
Fenomena ini makin sering menyerang generasi muda, terutama mereka yang hidup di era serba cepat dan penuh tekanan sosial. Di media sosial, kita tampil seolah baik-baik saja, tapi di balik layar, banyak yang berjuang menghadapi rasa cemas yang tak tahu harus diarahkan ke mana.
Baca juga: Survei Ungkap Gen Z dan Milenial Lebih Suka Chat daripada Telponan, Ini Alasannya!
Berbeda dengan kecemasan yang punya pemicu jelas—seperti saat nunggu pengumuman hasil ujian atau wawancara kerja—free-floating anxiety muncul begitu saja.
Tanpa pemicu spesifik, tanpa peringatan. Rasanya seolah ada yang nggak beres, tapi kamu sendiri nggak tahu pasti apa yang salah.
Menurut psikolog, ini adalah bentuk kecemasan yang bisa mengendap lama jika tidak disadari. Ia bekerja seperti asap tipis: nggak terlihat jelas, tapi cukup untuk membuatmu sesak.
Kamu jadi sulit fokus, tidur terganggu, bahkan kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya kamu sukai. Dan karena penyebabnya nggak jelas, kamu pun jadi frustrasi sendiri—karena merasa “nggak seharusnya merasa seperti ini.”
Baca juga: Sempat Dibatalkan, Donasi Rp 1,5 M Buat Agam Rinjani Akhirnya Tetap Cair Full Tanpa Potongan
Tekanan hidup saat ini bukan cuma datang dari realita, tapi juga dari dunia digital. Feed Instagram dipenuhi pencapaian orang lain, Twitter dibanjiri berita-berita buruk, dan TikTok? Kadang justru memicu overthinking tanpa kita sadari. Kita dituntut untuk “stay productive” dan “always okay”, bahkan saat hati kita bilang sebaliknya.
Anak muda zaman sekarang juga dibesarkan di tengah ekspektasi tinggi: harus cepat sukses, harus punya relasi sehat, harus stabil finansial. Tapi kenyataannya, banyak yang masih bingung dengan arah hidup. Ketika kenyataan dan ekspektasi terus berbenturan, kecemasan pun jadi tamu tak diundang.
Pertama, sadari bahwa perasaan ini valid. Kamu nggak lebay, dan kamu nggak sendiri. Banyak orang sebenarnya mengalaminya—mereka hanya belum tahu nama untuk menggambarkan perasaan itu.
Kedua, perhatikan pola-pola yang mungkin memicu kecemasan: Apakah setelah scroll berita? Apakah saat malam tiba? Atau justru setelah terlalu banyak waktu sendiri?
Meditasi, journaling, dan membatasi konsumsi media sosial bisa jadi langkah awal. Tapi jika perasaan ini terus datang dan mulai mengganggu aktivitas harianmu, penting untuk bicara dengan tenaga profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com