INDOZONE.ID - Pernah nggak, Kamu lagi santai di kamar tiba-tiba dengar suara kulkas menyala, ketukan pelan di pintu, atau notifikasi HP berbunyi.
Lalu, tanpa alasan jelas, Kamu merasa jantung langsung berdetak kencang seolah ada ancaman besar? Kalau begitu, bisa jadi Kamu sedang berada dalam kondisi yang dikenal sebagai hypervigilance.
Meski belum banyak dibahas secara luas, fenomena ini ternyata cukup sering dialami oleh banyak orang, terutama mereka yang sedang berada dalam tekanan psikologis berkepanjangan.
Baca juga: Banyak Karyawan Indonesia Kena Obesitas, Penyebabnya Stres dan Lelah Mental!
Secara sederhana, hypervigilance adalah kondisi ketika otak dan tubuh kita berada dalam mode siaga tinggi terus-menerus. Ini bukan cuma rasa gelisah biasa, tapi kondisi di mana setiap suara, gerakan, bahkan perubahan cahaya pun bisa terasa seperti sinyal bahaya bagi tubuh dan pikiran.
Orang yang mengalami hypervigilance biasanya mudah terkejut, sulit rileks, dan cenderung “membaca terlalu dalam” situasi sekitar—bahkan yang sepele.
Kondisi ini nggak hanya mengganggu rasa nyaman, tapi juga bisa berdampak pada kualitas hidup secara menyeluruh.
Baca juga: Mager Bukan Cuma Soal Malas, Bisa Jadi Tanda Mental Fatigue
Walau hypervigilance bukanlah diagnosis medis yang berdiri sendiri, kondisi ini kerap muncul sebagai bagian dari respons terhadap trauma atau tekanan psikologis yang belum terselesaikan. Misalnya:
Otak mereka berada dalam mode “fight or flight” tanpa henti, bahkan saat kondisi sebenarnya aman.
Baca juga: 3 Kandungan dan Manfaat Tamanu Oil, Minyak Ajaib untuk Mengatasi Masalah Kulit, Wajib Coba!
Beberapa ciri atau tanda umum yang sering muncul antara lain:
Kadang, orang-orang ini juga cenderung overthinking atau bahkan merasa bersalah tanpa sebab yang jelas. Yang lebih menyedihkan: mereka sering nggak sadar kalau tubuh mereka sebenarnya sedang “berteriak” minta istirahat.
Baca juga: Psilocybin 2025: Dari Terapi Mental Sampai Gaya Hidup Digital Gen Z
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychcentral.com