Ilustrasi pasangan antar ras pengaruhi genetika. (Pexels/Fauxels)
INDOZONE.ID - Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature mengungkapkan, pasangan dari latar belakang ras atau etnis yang berbeda (interracial couples), cenderung memiliki keturunan yang lebih tinggi dan lebih cerdas.
Dikutip dari Medical Daily, hal ini diduga berkaitan dengan tingginya keanekaragaman genetik dalam keturunan mereka.
Manusia modern terus mengalami evolusi, menjadi lebih tinggi, cerdas, dan memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan leluhur mereka. Salah satu faktor utama di balik perubahan ini adalah reproduksi seksual, yang memungkinkan pencampuran materi genetik dari dua individu dan menghasilkan variasi genetik yang lebih luas pada anak-anak mereka.
“Sejak era Charles Darwin, telah banyak spekulasi bahwa keanekaragaman genetik berperan penting dalam kelangsungan hidup dan kebugaran evolusioner,” ujar Peter Joshi, penulis utama studi tersebut, dikutip dari The Independent.
“Kami meyakini bahwa variasi genetik dapat mengurangi risiko mewarisi salinan gen cacat dari kedua orang tua," sambungnya.
Baca juga: 11 Tanda Kamu dan Pasangan Punya Ikatan Batin Kuat, Buruan Cek Sekarang!
Penelitian yang dipimpin Jim Wilson dari University of Edinburgh, Skotlandia, ini menganalisis data genetik lebih dari 350 ribu orang yang tersebar di berbagai negara, baik di kawasan pedesaan maupun perkotaan.
Studi ini menggabungkan lebih dari 100 riset terpisah, dan menghubungkan data genetik dengan enam indikator biomedis, termasuk tinggi badan dan kemampuan kognitif.
Hasilnya, empat dari enam indikator—tinggi badan, kapasitas paru-paru, kemampuan kognitif umum, dan pencapaian pendidikan—menunjukkan, peningkatan yang signifikan pada individu yang memiliki keragaman genetik lebih tinggi.
Temuan ini tetap relevan, bahkan setelah mempertimbangkan faktor non-genetik seperti status sosial ekonomi dan pola pengasuhan. Peneliti menemukan, keanekaragaman genetik tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi empat aspek utama tersebut.
Menurut peneliti, evolusi manusia lebih menitikberatkan pada kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang sehat, dan memastikan mereka bertahan hidup hingga dewasa.
Oleh karena itu, meskipun studi tidak menemukan hubungan antara keanekaragaman genetik dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol, hasil ini tidak mengejutkan.
Penyakit-penyakit tersebut umumnya muncul di usia lanjut. Sementara seleksi alam, bekerja lebih aktif pada masa reproduksi dan perkembangan anak.
Secara umum, meskipun efek keanekaragaman genetik terhadap tinggi badan dan kecerdasan relatif kecil, hasilnya mendukung bahwa, dua hal tersebut merupakan ciri evolusioner positif yang kini terlihat di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Afrika, dan Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily