Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 17 AGUSTUS 2025 • 13:15 WIB

Apa iya, Bersepeda Dapat Pulihkan Koneksi Saraf yang Rusak Akibat Parkinson? Ini Penjelasan Ahli

Apa iya, Bersepeda Dapat Pulihkan Koneksi Saraf yang Rusak Akibat Parkinson? Ini Penjelasan AhliIlustrasi bersepeda. (Freepik)

INDOZONE.ID - Berdasarkan analisis dari Parkinson’s Foundation, diperkirakan ada 10 juta orang di seluruh dunia hidup dengan penyakit Parkinson. Itu merupakan suatu kondisi neurologis, yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak.

Penyakit Parkinson memiliki dampak negatif terhadap sistem saraf pusat, termasuk otak.

Otak adalah sistem yang dinamis dan terus berkembang, dan penyakit Parkinson mengganggu sistem ini dengan cara yang kompleks dan selalu berubah,” jelas profesor sekaligus wakil ketua bidang riset, Aasef Shaikh, dikutip Medical News Today.

Shaikh yang memimpin sebuah studi terbaru dan dipublikasikan di Clinical Neurophysiology menemukan, bersepeda dapat membantu memulihkan koneksi saraf yang rusak akibat Parkinson.

Baca juga: Awas! Tinggal Dekat Lapangan Golf Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Parkinson hingga Tiga Kali Lipat

Bersepeda dan Stimulasi Otak Dalam

Dalam penelitian tersebut, sembilan partisipan dewasa dengan Parkinson menjalani 12 sesi bersepeda selama empat minggu. Seluruh peserta telah memiliki implan perangkat deep brain stimulation (DBS) sebelum penelitian dimulai.

Studi ini memanfaatkan DBS untuk merekam aktivitas saraf di area otak sekitar elektroda stimulasi,” kata Shaikh. 

Dengan kemampuan ini, peneliti mempelajari bagaimana olahraga dapat memengaruhi dan bahkan membentuk ulang fungsi otak,” sambungnya.

Program bersepeda yang digunakan bersifat adaptif. Sepeda dilengkapi sistem yang mempelajari performa pesepeda, dan menambah atau mengurangi resistansi sesuai usaha yang dikeluarkan.

Apa iya, Bersepeda Dapat Pulihkan Koneksi Saraf yang Rusak Akibat Parkinson? Ini Penjelasan AhliBersepeda (freepik.com)

Perubahan Nyata Setelah 12 Sesi

Hasilnya, setelah 12 sesi bersepeda, peserta menunjukkan perubahan signifikan pada sinyal otak yang terlibat dalam kontrol motorik dan gerakan.

Ini adalah bukti bahwa olahraga mengubah otak. Perubahan hanya terjadi jika olahraga dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan dalam jangka waktu lama,” ujar Shaikh.

Ia menambahkan, perubahan tersebut kemungkinan dipicu sistem proprioseptif dan/atau otak kecil (cerebellum), bukan hanya oleh basal gangli—struktur utama yang terlibat dalam Parkinson.

Shaikh berharap, penelitian ini dapat diperluas dengan pencitraan otak yang lebih detail, serta uji multi-senter untuk menguji manfaat jenis olahraga lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa iya, Bersepeda Dapat Pulihkan Koneksi Saraf yang Rusak Akibat Parkinson? Ini Penjelasan Ahli

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!