Ilustrasi mengunyah permen karet. (Freepik)
INDOZONE.ID - Selama ini, banyak mitos yang beredar soal kebiasaan mengunyah permen karet. Bahkan, suatu studi pada April 2015 menemukan, kunyah permen karet bisa menghentikan lagu yang terus terngiang di kepala.
Di sisi lain, cerita turun-temurun mengatakan, permen karet bisa tersangkut di usus selama bertahun-tahun.
Namun, terlepas dari mitos tersebut, rupanya permen karet memiliki beragam manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.
Menurut American Dental Association (ADA) yang dikutip dari Medical Daily, bahan dasar permen karet biasanya terdiri dari campuran material sintetis seperti elastomer, resin, dan lilin.
Selain itu, permen karet umumnya mengandung pemanis buatan (misalnya aspartam, sorbitol, atau manitol), pelembut (seperti gliserin atau minyak nabati), perisa, dan pewarna.
Baca juga: Benarkah Mengunyah Permen Karet Saat Hamil Bisa Cegah Kelahiran Prematur? Ini Faktanya
Aktivitas mengunyah dapat meningkatkan produksi air liur, yang menjadi kunci manfaat utamanya. Penelitian klinis menunjukkan, mengunyah permen karet bebas gula selama 20 menit setelah makan, dapat membantu mencegah gigi berlubang.
Meski begitu, kebiasaan ini tidak bisa menggantikan fungsi menyikat gigi, dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang.
ADA merekomendasikan mengunyah permen karet bebas gula sebagai langkah tambahan untuk mencegah gigi berlubang.
Ilustrasi kebiasaan kunyah permen karet. (freepik.com)
Manfaat terbesar permen karet justru ada pada kesehatan otak. Sejumlah penelitian membuktikan, mengunyah permen karet dapat meningkatkan kewaspadaan, mempercepat waktu reaksi, serta mempercepat proses otak dalam menyimpan informasi baru.
Kabar baiknya, kebiasaan ini tidak mengganggu konsentrasi atau membuat kamu kehilangan fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan.
Sementara untuk mendukung kesehatan pencernaan, cobalah mengunyah permen karet yang mengandung xylitol sebelum atau sesudah makan.
Laman kesehatan Fitday melaporkan, peningkatan produksi air liur dapat memicu pembentukan asam di lambung, sehingga makanan lebih mudah dicerna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily