INDOZONE.ID - Belum lama ini sebuah berita viral menghebohkan jagat dunia maya. Ya, terdapat sekira 1 kg cacing gelang yang hidup serta berkembang biak di dalam tubuh seorang anak berusia 4 tahun asal Sukabumi.
Kini muncul pertanyaan terkait apakah bisa cacing gelang berkembang biak di dalam tubuh manusia, terutama pada tubuh anak-anak?
Seperti INDOZONE sadur dari Healthdirect, Rabu (20/8/2025), cacing gelang sejatinya tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh manusia. Namun cacing gelang dapat menyebabkan infeksi yang masif di dalam tubuh manusia, lantas seperti apa prosesnya?
Untuk menemukan jawaban tersebut, kita harus lebih dahulu memahami daur hidup cacing gelang secara mendalam. Cacing gelang memiliki siklus hidup yang sangat unik dan memerlukan lingkungan luar tubuh manusia untuk bisa melanjutkan keturunannya.
Baca juga: Kisah Pilu Raya, Balita di Sukabumi yang Meninggal Dunia dengan Tubuh Penuh Cacing
Berikut adalah tahapan daur hidupnya:
Semuanya dimulai ketika telur cacing gelang yang sudah matang dan infektif (mengandung larva) secara tidak sengaja tertelan oleh manusia. Telur ini biasanya masuk melalui makanan, air, atau tangan yang terkontaminasi oleh tanah atau feses yang mengandung telur cacing.
Setelah tertelan, telur ini menetas di usus halus. Larva cacing yang baru menetas ini sangat kecil dan memiliki kemampuan luar biasa.
Larva yang sudah menetas tidak langsung tinggal di usus. Mereka akan menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan melakukan perjalanan panjang menuju paru-paru.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Pengorbanan Anak Pertama Dalam Bahasa Inggris
Setelah sampai di paru-paru, larva akan tumbuh lebih besar. Kemudian, mereka akan naik melalui saluran napas (bronkus dan trakea) hingga mencapai tenggorokan. Di sinilah mereka kembali tertelan (secara tidak sadar), kembali masuk ke saluran pencernaan.
Setelah tertelan kedua kalinya, larva yang kini lebih besar akan kembali ke usus halus. Di sinilah mereka akan tumbuh menjadi cacing gelang dewasa.
Di usus halus, cacing gelang jantan dan betina akan kawin. Cacing betina dewasa bisa menghasilkan hingga 200.000 telur setiap hari! Telur-telur ini kemudian keluar dari tubuh manusia bersama feses.
Telur yang keluar bersama feses ini tidak langsung infektif. Mereka harus berada di lingkungan yang lembap dan hangat (tanah) selama beberapa minggu hingga bulan untuk berkembang menjadi bentuk infektif yang siap menginfeksi manusia lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthdirect