INDOZONE.ID - Mendapatkan obat yang berkualitas adalah hak setiap pasien. Dalam proses ini, apoteker berperan sebagai sahabat sekaligus garda terdepan yang memastikan masyarakat gak cuma dapat obat yang tepat, tetapi juga dapat edukasi soal penggunaannya.
Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang meragukan obat generik, karena harganya lebih terjangkau dibandingkan obat bermerek. Padahal, kualitas obat generik di Indonesia telah terjamin melalui proses produksi yang sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan pengawasan ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
PT Hexpharm Jaya (HJ), bagian dari Kalbe Group, menjadi salah satu perusahaan yang fokus memproduksi obat generik berkualitas. Terutama sejak 2014, mereka ikut berkontribusi besar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dengan misi menyediakan akses obat bagi masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
“Walau harganya lebih murah, proses produksi obat generik tetap dijaga ketat kualitasnya. Kami memastikan obat yang lahir dari pabrik hingga sampai ke tangan pasien memiliki mutu dan efikasi yang sama dengan obat bermerek,” jelas Group Marketing Head PT Hexpharm Jaya Laboratories,apt. Feri, S.Farm dalam rangka memperingati World Pharmacy Day 2025 di Cikarang, Jawa Barat.
Baca juga: Panduan Minum Obat Setelah Mengonsumsi Kafein, Minimalkan Risikonya!
Sementara itu, edukasi menjadi kunci penting agar masyarakat semakin percaya dan memahami cara penggunaan obat dengan benar. Misalnya, bagaimana minum obat tiga kali sehari yang sering disalahpahami.
Seorang apoteker muda yang juga Health Influencer, apt. Rinaldi Nur Ibrahim, S.Farm, aktif membagikan pengetahuan ini lewat media sosial. Peran apoteker dalam dunia digital membuktikan bahwa profesi ini bukan hanya hadir di apotek atau rumah sakit, tetapi juga bisa menjangkau lebih luas lewat platform daring.
“Ilmu sekecil apa pun, kalau dibagikan ke masyarakat, akan sangat bermanfaat. Misalnya membedakan obat batuk berdahak dan tidak berdahak, atau cara penggunaan antibiotik yang tepat. Dengan begitu, masyarakat tidak bingung dan lebih peduli pada kesehatan,” ujarnya.
Baca juga: 7 Cara Alami Atasi Insomnia, Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Site Head PT Hexpharm Jaya Laboratories, apt. Tri Lestari Wahyundari, S.Si juga menambahkan bahwa kualitas obat dijaga melalui serangkaian proses, mulai dari pemilihan bahan baku, produksi, pengemasan, hingga distribusi. Semua tahapan diawasi sesuai standar mutu nasional maupun internasional.
“Setiap obat yang diproduksi tidak serta-merta langsung beredar. Ada tahap pemeriksaan ketat, termasuk memastikan bahan bakunya benar. Misalnya serbuk paracetamol harus diuji agar tidak tertukar dengan bahan lain,” terangnya.
Dengan rantai pasok yang rapi, peran apoteker di ujung distribusi semakin vital untuk memastikan obat yang diterima pasien tetap aman dan berkhasiat.
Dalam menjaga kualitas sekaligus meningkatkan produktivitas, Feri menyebut bahwa pihaknya akan terus berinovasi dengan teknologi terbaru. Termasuk digitalisasi proses produksi, misalnya menggunakan robotik dalam memproduksi setiap obatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan