Ilustrasi linen. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Dian Chrisna Murti, Founder Anagata Beyond Textile, menjelaskan bahwa linen dalam konteks rumah sakit mencakup semua jenis kain yang digunakan di fasilitas kesehatan, seperti pakaian operasi, duk operasi berwarna hijau, pakaian medis, berbagai jenis pakaian pasien dan petugas, serta hijab.
"Jadi yang namanya linen itu adalah semua yang ada di hospital yang berbentuk kain. Jadi baju ruang operasi, duk-duk operasi yang hijau-hijau itu ya. Baju medis, ragam, baju pasien, baju petugas, hijab," ujar Dian Chrisna Murti, saat ditemui Indozone, Kamis.
Mereka juga memiliki produk khusus untuk kebutuhan muslim, yaitu hijab medis. Desain dinyatakan sebagai aspek kunci, terutama karena beberapa rumah sakit syariah memiliki aturan yang mewajibkan pasien untuk menutup aurat dalam berbagai kondisi, baik sadar maupun tidak sadar.
Baca juga: Vaksinasi Tanpa Suntik Menggunakan Ultrasound, Terobosan Baru di Dunia Medis
"Kita juga punya brand untuk muslim, hijab muslim. Hijab medis ya bicaranya. Jadi desain menjadi kunci utama. Di mana kalau rumah sakit syariah itu ada beberapa yang mengharuskan pasien itu menutup auratnya di apapun kondisinya, sadar atau tidak sadar," pungkasnya.
Ini menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan spesifik pasien dan tuntutan dari lingkungan rumah sakit tertentu.
Dengan demikian, linen medis tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan dasar di rumah sakit, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pasien.
Perhatian terhadap kebutuhan spesifik pasien, seperti hijab medis, menunjukkan komitmen untuk memenuhi tuntutan dari lingkungan rumah sakit tertentu dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan