Ilustrasi vaksin virus corona (Pexels/Cottonbro)
INDOZONE.ID - Rusia kembali menjadi sorotan dalam dunia medis global setelah memperkenalkan EnteroMix, sebuah vaksin onkolitik yang diklaim memiliki efektivitas tinggi melawan kanker.
Namun, meskipun banyak media sosial menyebut vaksin ini siap digunakan, kenyataannya EnteroMix baru saja memasuki tahap awal uji klinis pada manusia.
EnteroMix dikembangkan di Pusat Penelitian Radiologi Medis Nasional Rusia. Disebut "vaksin", sebenarnya produk ini lebih tepat disebut sebagai bentuk terapi, sebab ditujukan untuk pasien yang sudah menderita kanker.
Mekanisme EnteroMix cukup unik: mengombinasikan empat virus yang tidak berbahaya untuk menghancurkan sel tumor secara langsung sekaligus mengaktifkan sistem imun pasien.
Baca juga: 8 Makanan yang Bikin Peredaran Darah Lancar Alami, Nomor 4 Wajib Ada di Dapur!
Dalam uji praklinis yang dilakukan di laboratorium dan hewan, EnteroMix menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.
Beberapa penelitian melaporkan adanya penyusutan tumor antara 60 persen hingga 80 persen. Bahkan, pada model hewan tertentu, tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 100 persen.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa keberhasilan praklinis tidak otomatis berarti akan berhasil pada manusia.
Fase praklinis memang hanya langkah awal. Setelah itu, diperlukan serangkaian uji klinis yang ketat, mulai dari Fase I hingga Fase III. Saat ini, EnteroMix baru memulai Fase I dengan 48 relawan untuk memastikan keamanannya.
Baca juga: 4 Buah yang Berkhasiat Mencegah Pikun, Gak Harus Konsumsi Suplemen Mahal!
Veronika Skvortsova, pejabat dari Badan Medis-Biologi Federal Rusia, menyebut bahwa tiga tahun terakhir telah digunakan secara intensif untuk menyelesaikan uji praklinis wajib.
Menurutnya, hasil yang diperoleh memberi dasar kuat untuk melanjutkan ke tahap klinis.
Sayangnya, sejumlah media menggiring publik dengan klaim bahwa EnteroMix sudah siap dipakai, padahal klaim 100 persen efektivitas hanya berlaku pada hewan percobaan.
Fakta bahwa uji coba manusia baru dimulai membuktikan bahwa perjalanan vaksin kanker Rusia ini masih panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euronews