Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (REUTERS)
INDOZONE.ID - Ilmuwan dari Universitas Oxford telah menemukan cara untuk memasukan vaksin melalui kulit menggunakan ultrasound, bukan lagi disuntik menggunakan jarum.
Peneliti menemukan ultrasound, seperti yang digunakan pada sonogram, dapat mendorong vaksin ke dalam kulit.Cara ini bahkan lebih efektif dibandingkan injeksi menggunakan jarum suntik.
Tim awalnya mencampurkan molekul vaksin dengan protein berbentuk cangkir. Mereka lalu menggosokan cairan tersebut pada tikus dan menggunakan mesin ultrasound pada area tersebut sekitar satu setengah menit. Hasilnya sangat memuaskan.
Mereka awalnya menemukan bahwa ultrasound, yang menggunakan aliran suara, mendorong cairan tersebut ke dalam lapisan atas kulit. Saat berada di dalam kulit, bentuk protein yang tidak biasa membuat gelembung yang berisi vaksin terbentuk.
Baca juga: Kenikmatan Gorengan, Risiko Kesehatan yang Nggak Boleh Diabaikan
Saat ultrasound terus memancarkan gelombang suara, gelembung tersebut pecah, melepaskan vaksin.
Meskipun suntikan menembus lebih dalam dan menyalurkan vaksin ke otot-otot bagian bawah kulit, peneliti mengatakan proses menggunakan ultrasound yang menyalurkan vaksin lebih dangkal masih cukup untuk imunisasi.
Sebagai tambahan, gelembung pecah yang pecah akan membantu menghapus sell kulit mati, membuat lebih banyak molekul vaksin masuk ke dalam.
Sejumlah vaksin sebenarnya sudah bisa diberikan tanpa suntikan, seperti semprotan hidung dan obat tetes mulut, namun sebagian besar memerlukan suntikan.
Baca juga: Kemenkes Siapkan Tenaga Kesehatan Hadapi Ancaman Megathrust
Tim dari laboratorium ultrasonik biomedis, bioterapi dan biofarmasi (BUBBL) juga menemukan manfaat yang lebih mengejutkan dari ultrasound.
Meskipun metode ultrasound menghasilkan molekul vaksin 700 kali lebih sedikit dibandingkan dengan suntikan tradisional, tikus yang diberi vaksin melalui ultrasound menghasilkan lebih banyak antibodi.
Peneliti mengatakan hal ini mungkin terjadi karena kulit mengandung lebih banyak sel kekebalan dibandingkan otot, namun tim masih menyelidikinya.
Temuan ini dipresentasikan pada konferensi Acoustical Society of America beberapa tahun lalu di Sydney.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Metro.co.uk