7 Penyakit yang Menyerang Sistem Gerak yang Perlu Diwaspadai (Freepik/Jcomp)
INDOZONE.ID - Tubuh manusia dapat bergerak dengan bebas berkat kerja sama antara tulang, otot, sendi, dan saraf. Keseluruhan bagian ini membentuk sistem gerak atau sistem muskuloskeletal yang membantu tubuh melakukan berbagai aktivitas setiap hari.
Sistem gerak membantu kita melakukan berbagai kegiatan, seperti berjalan, berlari, duduk, menulis, hingga mengangkat barang. Karena itu, kesehatan tulang, sendi, dan otot perlu dijaga agar tubuh tetap dapat bergerak dengan nyaman.
Namun, sistem gerak juga bisa mengalami berbagai gangguan atau penyakit yang menyebabkan nyeri, kaku, hingga sulit bergerak. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gangguan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah.
Untuk mencegah dampaknya memburuk, berikut ini adalah 7 penyakit yang menyerang sistem gerak yang perlu diwaspadai:
Osteoporosis atau pengeroposan tulang adalah penyakit yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Kondisi ini terjadi karena kepadatan tulang berkurang dan lebih sering dialami oleh lansia maupun wanita setelah menopause.
Untuk membantu mencegah osteoporosis, penuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, rutin berolahraga, serta hindari kebiasaan merokok. Langkah-langkah tersebut dapat membantu menjaga kekuatan tulang.
Baca juga: Penyebab Kanker Tulang yang Perlu Diketahui dan Faktor Risikonya
Osteoartritis adalah penyakit yang terjadi akibat menipisnya tulang rawan pada sendi. Akibatnya, sendi terasa nyeri, kaku, bengkak, dan sulit digerakkan, terutama saat melakukan aktivitas.
Menjaga berat badan tetap ideal, rutin berolahraga ringan, dan menghindari aktivitas yang membebani sendi dapat membantu menjaga kesehatan persendian dalam jangka panjang.
Rheumatoid arthritis atau rematik adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, bengkak, kaku, dan membuat penderitanya sulit bergerak.
Meski belum bisa disembuhkan sepenuhnya, gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan, olahraga ringan, dan pola hidup sehat. Pemeriksaan sejak dini juga penting untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih parah.
Asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal di persendian. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, bengkak, dan kemerahan pada sendi.
Untuk membantu mengurangi risikonya, batasi makanan tinggi purin, perbanyak minum air putih, dan terapkan pola makan sehat agar kadar asam urat tetap terkontrol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospitals