Ilustrasi terapi hewan untuk penyembuhan (freepik).
INDOZONE.ID - Pernah merasa hatimu tiba-tiba adem begitu kucingmu datang dan mulai menggesek manja, atau ketika anjingmu menyambut dengan ekor yang bergoyang semangat?
Percaya atau tidak, efek menenangkan itu bukan sekadar perasaan, ada sains yang mendukungnya. Dunia medis menyebutnya terapi hewan atau animal-assisted therapy.
Terapi ini memanfaatkan interaksi manusia dengan hewan yang sudah dilatih, seperti anjing, kucing, atau bahkan kuda, untuk membantu proses penyembuhan fisik dan emosional.
Tujuannya bukan cuma membuat hati senang, tapi juga membantu orang mengatasi tantangan mental: dari anak dengan autisme yang belajar berkomunikasi, hingga orang dewasa yang berjuang melawan stres, kehilangan, atau kesepian.
Baca juga: Bukan Sekedar Lucu! Ini Manfaat Memelihara Kucing Menurut Penelitian Ilmiah
Biasanya, terapi hewan bisa berdiri sendiri, tapi banyak juga yang menggabungkannya dengan pengobatan medis atau terapi psikologis.
Hasilnya luar biasa, banyak orang mengaku jadi lebih rileks, termotivasi, dan terbuka setelah sesi bersama hewan peliharaan mereka.
Nggak semua hewan bisa langsung jadi “dokter bulu.” Mereka menjalani pelatihan khusus agar bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi manusia.
Namun, ada beberapa jenis hewan dengan peran berbeda :
Baca juga: Rahasia di Balik Memelihara Hewan: 10 Manfaat Luar Biasa untuk Kesehatanmu
Jadi, kalau kamu melihat seekor anjing duduk tenang di samping pasien rumah sakit, kemungkinan besar dia bukan sekadar peliharaan tapi rekan sejawat dalam proses penyembuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywellhealth.com