Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 JULI 2026 • 20:35 WIB

Sering Sesak Napas Saat Cemas? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Emosi yang Kamu Pendam Ikut Berperan!

Sering Sesak Napas Saat Cemas? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Emosi yang Kamu Pendam Ikut Berperan!Ilustrasi sesak napas. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah tiba-tiba merasa sulit bernapas saat sedang cemas? Dada terasa sesak, napas menjadi pendek, bahkan muncul sensasi seperti tercekik hingga membuat panik. 

Kondisi ini memang sering dikaitkan dengan anxiety atau gangguan kecemasan. Namun, ada satu hal yang sering luput disadari, yaitu kemungkinan adanya kesedihan yang selama ini terus dipendam.

Sebagian orang terbiasa menyembunyikan rasa sedih. Mereka memilih tetap tersenyum, menyibukkan diri dengan pekerjaan, atau menghindari segala sesuatu yang mengingatkan pada kehilangan maupun peristiwa menyakitkan. 

Dari luar mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi didalam diri, emosi tersebut belum benar-benar selesai diproses.

Baca juga: Obsesi untuk "Sempurna" Bisa Picu Sakit Kepala yang Datang dan Pergi

Menurut sejumlah pakar kesehatan mental, emosi yang terus ditekan tidak selalu hilang begitu saja. Dalam kondisi tertentu, emosi tersebut justru dapat memengaruhi cara tubuh merespons stres, termasuk memengaruhi pola pernapasan ketika rasa cemas muncul.

Menahan Air Mata Bisa Membuat Tubuh Terus Berada dalam Mode Siaga

Saat seseorang mengalami kecemasan, sistem saraf otomatis mengaktifkan respons fight or flight, yaitu mekanisme pertahanan tubuh ketika menghadapi ancaman. 

Respons ini membuat detak jantung meningkat, otot menegang, dan pola napas berubah menjadi lebih cepat serta dangkal.

Jika kondisi tersebut disertai emosi yang belum terselesaikan, seperti kesedihan yang terus dipendam, tubuh bisa menjadi lebih sensitif terhadap stres. 

Baca juga: Dada Sering Nyeri Tanpa Sebab Medis? Bisa Jadi Ini Alarm dari Luka Hati yang Belum Sembuh!

Akibatnya, rasa sesak napas, napas terengah-engah, atau sensasi kekurangan udara dapat terasa lebih kuat.

Bayangkan seperti menahan napas selama beberapa saat. Semakin lama ditahan, semakin besar dorongan tubuh untuk mengambil udara. Begitu pula dengan kesedihan. 

Semakin lama ditekan tanpa pernah diberi ruang untuk diproses, semakin besar pula tekanan emosional yang dapat dirasakan ketika kecemasan datang.

Penelitian Menunjukkan Emosi Memang Bisa Mempengaruhi Cara Kita Bernapas

Hubungan antara emosi dan sistem pernapasan bukan sekadar dugaan. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa kondisi emosional dapat mempengaruhi pola napas seseorang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sering Sesak Napas Saat Cemas? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Emosi yang Kamu Pendam Ikut Berperan!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!