Ilustrasi kasus HIV/AIDS di Indonesia. (Freepik)
INDOZONE.ID - Setiap tahun pada 1 Desember selalu diperingati dengan Hari AIDS sedunia. Hari AIDS sedunia merupakan gerakan global untuk menyatukan masyarakat untuk kompak, sekaligus saling mendukung dalam perjuangan melawan AIDS.
Nah untuk mendukung atau memperingati Hari AIDS sedunia ini, mari kita mempelajari gejala dan awal mencegah AIDS, berikut ini:
Apa itu HIV dan AIDS
Hiv dan AIDS memang saling berkaitan, karena HIV merupakan virus yang berbahaya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini, mampu mengganggu kemampuan kekebalan tubuh manusia untuk melawan sistem infeksi dan penyakit.
Baca juga: Sejarah Singkat HIV dan AIDS serta Perkembangannya
Nah Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh sangat lemah sehingga tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit serius.
Agar lebih paham mengenai HIV dan AIDS ini berikut, gejala-gejala yang dapat dipahami.
Gejala HIV dan AIDS
Penting untuk mengetahui gejala HIV agar dapat penanganan lebih awal, sehingga tidak menjadi pengidap AIDS. Gejala dari penyakit ini dibagi menjadi 3 fase, yaitu:
Tahap pertama (fase akut)
- Gejala muncul 1–2 bulan setelah terinfeksi, sering mirip Flu.
- Keluhannya tidak khas dan bisa berupa demam, menggigil, lemas, sakit tenggorokan, hingga nyeri otot.
- Beberapa penderita juga mengalami ruam merah dan sariawan di mulut atau kulit.
- Gejala biasanya mereda dan hilang sendiri dalam hitungan minggu hingga beberapa bulan
Tahap kedua (fase kronis)
Baca juga: 3 Anak di Natuna Idap HIV AIDS Ditularkan dari Ibu, Terjadi karena Seks Bebas
- Pada fase ini, infeksi HIV bisa tanpa gejala selama 10 tahun atau lebih.
- Virus tetap aktif menyebar dan melemahkan sistem imun meski tubuh tampak baik-baik saja.
- Gejalanya bisa mirip fase awal, namun sering berkembang menjadi batuk kronis, diare berkepanjangan, dan kelelahan berat.
- Risiko penularan masih tinggi, meski kondisi tampak stabil dan tak terasa parah.
Tahap ketiga (AIDS)
- Fase akhir ini ditandai sistem imun yang sangat lemah akibat infeksi HIV/AIDS.
- Penderita mudah memar, sering demam lama, sesak napas, dan mengalami infeksi jamur atau kulit seperti bercak ungu.
- Gangguan saraf dan fungsi otak juga bisa muncul, termasuk sulit fokus, lupa, hingga kebingungan.
- Kondisi mental rentan terdampak, membuat emosi mudah berubah dan risiko depresi meningkat.
Cara Mencegah AIDS
Nah setelah kamu tau gejala atau tanda AIDS, berikut cara mencegahnya:
Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Simak 4 Upaya Pencegahan yang Bisa Kamu Lakukan, Jangan Gonta-ganti Pasangan!
- Cegah penularan HIV dengan menghindari hubungan seksual berisiko dan selalu gunakan Kondom secara benar dan konsisten.
- Lakukan tes rutin melalui Puskesmas atau klinik jika memiliki faktor risiko, agar deteksi bisa dilakukan lebih dini.
- Hindari penyalahgunaan alkohol dan obat-obata
- Hindari berbagi jarum suntik, termasuk saat penggunaan alat medis, tindik, atau tato. Pastikan semua prosedur memakai alat steril.
- Cegah penularan dari ibu ke bayi dengan pemeriksaan kehamilan dan terapi pencegahan yang tepat sejak awal.
- Edukasi diri dan orang sekitar untuk menghentikan stigma, agar lebih banyak orang mau tes dini dan mendapat perawatan tepat waktu.