Ilustrasi merokok. (freepik.com) (freepik)
INDOZONE.ID - Merokok dikenal sebagai kebiasaan yang membawa banyak risiko bagi kesehatan. Bagi seseorang yang sudah memiliki penyakit kronis, dampak rokok pada penyakit kronis bisa jauh lebih serius dan mempercepat kerusakan organ.
Berikut daftar penyakit yang makin parah karena merokok dan wajib kamu waspadai.
Ilustrasi merokok. (freepik.com) (freepik)
Merokok meningkatkan risiko kanker hingga berkali-kali lipat, terutama pada paru-paru. Asap rokok mengandung bahan kimia penyebab kanker yang dapat merusak sel tubuh.
Bahaya merokok bagi kesehatan paru-paru tak hanya memicu kanker, tetapi juga penyakit paru kronis seperti bronkitis dan emfisema. Setelah berhenti merokok, risiko kanker bisa berangsur menurun dalam rentang 10-20 tahun.
Baca juga: Nikotin Merusak Hidupmu! Ikuti 5 Langkah Mudah untuk Berhenti Merokok dan Vaping
Salah satu dampak rokok pada penyakit kronis yang berbahaya adalah meningkatnya risiko stroke kedua bagi para penyintas stroke. Penyumbatan pembuluh darah yang terjadi membuat bagian otak semakin rentan mengalami kerusakan.
Merokok membuat tekanan darah melonjak setiap kali batang rokok dihisap, sehingga hipertensi semakin sulit dikontrol. Jika kedua faktor risiko ini menyatu, kerusakannya bisa sangat fatal pada pembuluh darah dan jantung.
Baca juga: Berhenti Merokok Sekarang: 9 Hal Ini Akan Membuatmu Tidak Menyesal Sama Sekali!
Bahaya merokok bagi kesehatan paru-paru dan jantung tidak bisa disepelekan. Perubahan kadar kolesterol dan menurunnya aliran oksigen akibat rokok dapat memicu serangan jantung mendadak.
Bagi penderita penyakit jantung, kebiasaan merokok dapat memperbesar risiko komplikasi mematikan.
Zat beracun dalam asap rokok mengiritasi saluran napas sehingga penderita asma lebih sering mengalami sesak, batuk, dan serangan mendadak. Anak-anak yang hidup dengan perokok juga menghadapi bahaya serupa selama masa pertumbuhan.
PPOK merupakan salah satu contoh nyata penyakit yang makin parah jika tetap merokok. Kondisi ini menyebabkan kerusakan paru permanen dan membuat penderita kesulitan bernapas. Berhenti merokok dapat memperlambat perkembangan penyakit secara signifikan.
Merokok memperburuk penyempitan pembuluh darah pada kaki dan meningkatkan risiko gangren hingga amputasi, terutama pada pasien yang juga memiliki diabetes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com