Ilustrasi mata anak. (Freepik)
INDOZONE.ID - Masa prasekolah merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam perkembangan penglihatan.
Pada rentang usia 2 hingga 5 tahun, anak tidak hanya menyempurnakan kemampuan visual yang diperoleh sejak bayi, tapi juga mulai mengembangkan keterampilan visual baru, yang berperan besar dalam kesiapan belajar di sekolah.
Penglihatan menjadi panduan utama bagi anak, dalam menjalani berbagai pengalaman belajar. Aktivitas sederhana seperti menyusun balok, melempar dan menangkap bola.
Kemudian, ada pula aktivitas mewarnai, menggambar, menggunting, hingga merakit mainan bongkar pasang, yang dapat membantu melatih koordinasi mata, tangan, dan tubuh.
Kegiatan ini juga mendukung perkembangan motorik halus, serta kemampuan persepsi visual yang kelak dibutuhkan untuk membaca dan menulis.
Baca juga: Waspada Retinoblastoma, Kanker Mata pada Anak yang Umum Terjadi
Langkah-langkah yang dilakukan orang tua pada usia prasekolah, untuk memastikan penglihatan anak berkembang secara normal, dapat memberikan ‘modal awal’ yang kuat saat anak memasuki dunia sekolah.
Anak usia prasekolah, umumnya antusias menggambar dan melihat gambar. Selain itu, membacakan cerita sejak dini juga penting, untuk membantu anak mengembangkan kemampuan visualisasi, yakni membayangkan cerita di dalam pikirannya.
Dikutip dari American Optometric Association, usia prasekolah juga menjadi masa ketika orang tua perlu lebih waspada terhadap kemungkinan gangguan penglihatan. Misal, mata juling (strabismus) dan mata malas (ambliopia).
Kedua kondisi itu, sering kali mulai berkembang pada usia 2–5 tahun. Strabismus, terjadi ketika satu atau kedua mata mengarah ke dalam atau ke luar.
Ilustrasi anak mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)
Sementara ambliopia atau mata malas, ditandai dengan penurunan ketajaman penglihatan pada satu mata, yang tidak dapat sepenuhnya dikoreksi hanya dengan kacamata.
Mata malas kerap berkembang sebagai dampak dari mata juling. Tapi, dalam beberapa kasus dapat muncul tanpa tanda yang jelas.
Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan adanya keterlambatan perkembangan anak. Kesulitan mengenali warna, bentuk, huruf, atau angka bisa menjadi indikasi adanya masalah penglihatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association