Ilustrasi pasien super flu. (Freepik)
INDOZONE.ID - Saat ini, terdapat sebuah penyakit pernapasan yang cukup menjadi perhatian.
Penyakit ini merupakan penyakit influenza A subtipe H3N2, atau yang kerap disebut "Superflu".
Nah, terkait dengan hal ini, muncul sebuah unggahan di Facebook, yang menyebut virus super flu lebih berbahaya dari COVID-19.
Tentu, unggahan tersebut pun menimbulkan pertanyaan, apakah benar superflu lebih berbahaya dari COVID-19?
Baca juga: Flu dan Pusing Tapi Harus Kerja? Ini Cara Ampuh Mengatasinya
Nah sebelum menuju ke jawabannya, mari kita review sedikit apa itu Superflu.
Jadi, superflu itu sebenernya bukanlah istilah resmi dunia medis.
Istilah superflu ini sering dipakai orang awam untuk menggambarkan infeksi dari influenza A H3N2 subclade K.
Virus influenza yang bermutasi ini diketahui lebih sulit dikenali oleh sistem imun, termasuk pada orang yang sudah punya kekebalan hasil dari infeksi fku atau vaksinasi.
Nah, kemampuan mutasi yang cepat inilah yang membuat virus ini memiliki kemungkinan untuk menghindar dari perlindungan vaksin.
Baca juga: Bisa Dialami Pekerja hingga Pelajar Usai Liburan, Ini Ciri dan Cara Mengatasi Post Holiday Blues
Karena hal inilah, maka sebagian orang merasa bahwa penyakit flu ini lebih berat dibandingkan flu musiman lainnya.
Kemudian, yang perlu digarisbawahi dari penyakit ini, istilah super bukanlah karena keganasannya, melainkan karena penularannya yang cepat.
Terkait narasi bahwa superflu lebih berbahaya daripada COVID-19, maka jawabannya tidak benar ya guys.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rsudtp.acehbaratdayakab.go.id