Ilustrasi gangguan pada tiroid atau hipotiroidisme (Pixabay/Anastasia Gepp)
INDOZONE.ID - Kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele, mulai dari pola makan hingga jam tidur, ternyata dapat berdampak besar pada keseimbangan hormon tubuh, termasuk kesehatan kelenjar tiroid.
Jika dilakukan terus-menerus, gaya hidup yang tidak sehat berpotensi memicu gangguan metabolisme, dan masalah hormonal jangka panjang. Kelenjar tiroid punya peran penting dalam tubuh.
Menurut Johns Hopkins Medicine, organ ini berfungsi mengatur tekanan darah, suhu tubuh, denyut jantung, metabolisme, serta respons tubuh terhadap hormon lain.
Gangguan pada tiroid, dapat muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari hipertiroidisme, hipotiroidisme, tiroiditis Hashimoto, nodul atau tumor tiroid, hingga kanker tiroid.
Untuk memahami kebiasaan apa saja yang dapat meningkatkan risiko gangguan tiroid, Konsultan Diabetes dan Endokrinologi di Manipal Hospital, Bhubaneshwar, Dr. Ankita Tiwari, memberikan penjelasannya.
Baca juga: Awas! Gangguan Tiroid pada Wanita Bisa Pengaruhi Kesuburan dan Kehamilan
Tiwari mengungkapkan, ada lima kebiasaan harian yang sebaiknya dihindari, karena dapat berdampak buruk pada kesehatan tiroid.
Kurang tidur menjadi kebiasaan pertama yang disoroti. Tubuh memerlukan waktu istirahat yang cukup, agar sistem hormonal dapat melakukan pemulihan dan penyesuaian secara optimal.
“Jika seseorang tidak memiliki jadwal tidur yang teratur atau secara konsisten tidur kurang dari tujuh jam setiap malam, ritme alami produksi hormon tiroid dapat terganggu,” ucap Tiwari, dikutip dari Hindustan Times.
“Akibatnya, tubuh akan kesulitan menjaga keseimbangan hormon tiroid dan memanfaatkannya dengan baik,” sambungnya.
Ilustrasi stres kerja. (freepik)
Stres sering kali dianggap sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, stres yang berlangsung dalam jangka panjang, dapat mengganggu sistem pengaturan hormon dalam tubuh.
Menurut Tiwari, stres kronis memberikan tekanan berlebih pada sistem regulasi tubuh. Sehingga, hal itu dapat mengubah sinyal yang dikirim ke kelenjar tiroid terkait produksi hormon.
Kondisi inilah yang berisiko memicu gangguan fungsi tiroid secara bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times