Ilustrasi scrolling handphone. (Freepik)
INDOZONE.ID - Hayoo, siapa di sini yang ketagihan nonton video pendek? Apa jangan-jangan kamu salah satunya yang dikit-dikit buka HP, termasuk mengonsumsi sebagian besar konten yang ada di media sosial?
Memang nggak bisa dipungkiri, di zaman yang serba digital, menonton video berformat pendek mulai jadi kebiasaan baru karena terkesan simpel dan cepat. Tapi kamu tahu nggak sih, ternyata kebiasaan tersebut bisa memengaruhi kerja otak kita jadi lambat, lho. Istilah lain dari fenomena ini disebut brainrot.
Istilah brainrot sebenarnya merupakan kata populer yang ditetapkan oleh Oxford University Press pada tahun 2024. Sebutan ini merujuk pada peningkatan pola kebiasaan manusia yang gemar menonton jenis konten tertentu dalam format pendek, termasuk video receh di ruang digital.
Seseorang bisa terpapar brainrot juga dimulai dari kebiasaan doom scrolling yang ditujukan untuk kebutuhan hiburan. Apalagi platform yang kita pakai turut menampilkan algoritma yang dirancang sesuai kebiasaan pengguna di akunnya, sehingga menimbulkan rasa adiktif yang bikin kita ketagihan untuk terus scrolling sampai lupa waktu, bahkan mulai mengganggu aktivitas harian.
Baca juga: Asyik Tapi Berisiko: Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental Remaja
Kebiasaan manusia sekarang yang ingin serba cepat menjadikan konten berformat pendek sebagai pilihan instan yang bisa bikin kita terlibat aktif dan update terhadap segala tren terkini.
Kontennya yang dianggap efisien karena bisa merangkum langsung inti topik dan sifatnya yang menghibur, sering juga dijadikan sebagai coping mechanism sesaat, hingga akhirnya bikin orang jadi lebih candu untuk terus melakukan hal yang sama berulang kali.
Ini juga termasuk ketika kita menonton konten dengan durasi lebih panjang. Jika sudah gampang bosan dan cenderung mempercepat durasi, atau malah memilih menonton ringkasan yang langsung membahas inti sari, tandanya otak kita sudah terbiasa menghasilkan dopamin cepat yang turut memengaruhi sistem kerja kognitif.
Fenomena brainrot bukan sekadar istilah populer, tapi dampaknya ternyata cukup berpengaruh dalam kehidupan harian kita, lho. Beberapa di antaranya yaitu:
Melansir dari Everyday Health, kebiasaan doom scrolling dan mengonsumsi konten serba cepat dan ringkas bisa bikin fokus kita terbagi hingga mudah terdistraksi. Alhasil, kamu jadi sering menunda-nunda pekerjaan, gampang bosan, serta kerap kehilangan fokus saat harus menyelesaikan aktivitas yang lebih panjang dan kompleks.
Selain sulit fokus, terlalu banyak mengonsumsi konten pendek juga bisa mengganggu daya ingat dan kemampuan berpikir kritis kita, lho.
Hal ini disebabkan karena otak kita sudah terbiasa menerima konten cepat yang minim jeda. Konten yang seharusnya bisa kita nikmati dan kritisi justru terasa lewat begitu saja, tanpa memberi otak kesempatan untuk berpikir dan memproses informasi.
Kondisi ini juga bisa membuat kita jadi lebih impulsif, susah mengambil keputusan, serta kesulitan memecahkan suatu masalah.
Ilustrasi cemas berlebih (BOLDSKY)
Paparan konten yang kita lihat di media sosial juga bisa sangat memengaruhi kesehatan mental. Konten yang dikonsumsi secara terus-menerus bisa diterima secara negatif oleh tubuh, yang akhirnya memicu rasa stres, cemas, bahkan depresi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Everydayhealth.com