Ilustrasi Histrionic Personality Disorder (HPD). (Sumber: gettyimage)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih ketemu orang yang kelihatan super dramatis, selalu pengin jadi pusat perhatian, dan langsung merasa hancur kalau nggak diperhatikan? Kalau pernah, bisa jadi itu bukan cuma soal “caper” biasa. Dalam psikologi, pola perilaku seperti ini bisa berkaitan dengan kondisi yang disebut Gangguan Kepribadian Histrionik atau Histrionic Personality Disorder (HPD).
HPD termasuk ke dalam kelompok gangguan kepribadian Cluster B, yaitu kategori kepribadian yang cenderung dramatis, emosional, dan intens. Jadi, label “drama banget” yang sering kita pakai sehari-hari mungkin sebenarnya menutupi masalah yang lebih dalam. Di artikel ini, kita akan membahas HPD secara menyeluruh, mulai dari pengertiannya, ciri-ciri yang sering muncul, kemungkinan penyebabnya, hingga dampaknya dalam hubungan sosial dan kehidupan sehari-hari.
Gangguan Kepribadian Histrionik adalah salah satu bentuk gangguan kepribadian yang ditandai oleh pola perilaku mencari perhatian secara berlebihan, ekspresi emosi yang dramatis, serta kebutuhan kuat untuk diakui oleh orang lain. Orang dengan HPD cenderung merasa tidak nyaman jika bukan pusat perhatian dan sering menggunakan berbagai cara, termasuk perilaku yang dianggap provokatif atau dramatis, untuk mendapatkan perhatian tersebut.
Dalam istilah psikologi, “histrionik” memang berarti sangat dramatis atau teatrikal. Itu sebabnya banyak orang dengan gangguan ini tampak seperti sedang “beraksi di panggung kehidupan”. Namun, ini bukan pilihan sadar, melainkan pola perilaku yang sudah tertanam.
Walaupun banyak orang suka tampil ekspresif, HPD berbeda karena perilaku ini tidak hanya terlihat dalam situasi tertentu, melainkan hampir di semua konteks hidup, termasuk dalam hubungan sosial, pekerjaan, dan keluarga.
Baca juga: Orang Paling Drama Queen? Hati-hati Mengarah pada Gangguan Kepribadian Histrionik
Seperti gangguan kepribadian lainnya, HPD memiliki ciri-ciri khas yang bisa terlihat dalam perilaku sehari-hari. Berikut beberapa ciri umum yang sering muncul:
Kalau kamu pernah merasa punya teman yang “baper banget kalau nggak diperhatiin” atau “langsung drama kalau chat-nya nggak dibalas”, perilaku itu memang bisa masuk spektrum dramatis. Namun, hal tersebut belum tentu berarti seseorang memiliki gangguan kepribadian.
Untuk memastikan diagnosis, dibutuhkan penilaian profesional dari psikolog atau psikiater. Gangguan kepribadian tidak bisa ditentukan hanya dari kesan pribadi atau perilaku sehari-hari yang terlihat sekilas.
Hingga saat ini, penyebab pasti HPD belum diketahui secara tunggal. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kombinasi faktor genetik dan lingkungan berperan dalam pembentukannya.
Beberapa faktor yang diduga berkontribusi antara lain:
Faktor-faktor tersebut tidak otomatis membuat seseorang mengalami HPD, tetapi dapat meningkatkan risiko munculnya pola perilaku ini.
Ilustrasi Gangguan Kepribadian Histrionik. (Sumber: gettyimage)
Gangguan Kepribadian Histrionik bukan sekadar soal “orang yang suka drama”. Kondisi ini dapat berdampak nyata pada hubungan sosial, hubungan kerja, dan hubungan romantis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goodtherapy.org, Msdmanuals.com