Ilustrasi merokok saat muda. (freepik.com) (freepik)
INDOZONE.ID - Merokok sejak muda sering dianggap biasa, bahkan terlihat keren oleh sebagian orang. Padahal, di balik kebiasaan itu ada banyak risiko kesehatan yang jarang disadari.
Dampaknya tidak selalu langsung terasa, tapi bisa muncul perlahan sekaligus jadi masalah serius di kemudian hari.
Semakin dini seseorang mulai merokok, semakin besar pula risiko penyakit yang mengintai tubuhnya.
Mulai dari gangguan jantung hingga masalah kesuburan, efeknya benar-benar nggak bisa dianggap remeh.
Kenali 8 penyakit yang bisa muncul akibat sering merokok sejak muda sebelum semuanya terlambat.
Baca juga: 9 Penyakit yang Makin Parah Jika Kamu Tetap Merokok, Waspada!
Berikut delapan penyakit yang bisa muncul akibat kebiasaan merokok sejak muda:
Kalau kamu merokok baik sebagai perokok aktif maupun pasif, hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk serangan jantung dan stroke.
Zat berbahaya dalam rokok yang kamu konsumsi membuat aliran darah terganggu dan jantung bekerja lebih keras. Risiko ini akan makin besar jika dibarengi dengan jarang olahraga, pola makan tidak sehat, dan tingkat stres yang tinggi.
Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan jantung sejak usia muda.
Merokok juga dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi otak secara perlahan. Kebiasaan ini meningkatkan risiko berbagai gangguan otak, seperti stroke hingga aneurisma otak.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang remaja yang mulai merokok sejak dini. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada gangguan kesehatan yang berbahaya dan mengancam nyawa.
Baca juga: Nikotin Merusak Hidupmu! Ikuti 5 Langkah Mudah untuk Berhenti Merokok dan Vaping
Masalah pada mulut seperti bau mulut, gigi menguning, dan gusi menghitam sering dianggap sepele oleh perokok. Padahal, merokok juga meningkatkan risiko kanker di area mulut, tenggorokan, hingga nasofaring.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WebMD, Kemkes RI