Ilustrasi pembalut dan tampon (Pixabay/SouthernSun)
INDOZONE.ID - Pantyliner sudah jadi barang andalan bagi banyak perempuan. Ada yang memakainya supaya tetap merasa nyaman, ada juga yang ingin mencegah celana dalam terasa lembap karena cairan vagina. Karena itu, tidak sedikit orang yang terbiasa memakai pantyliner setiap hari. Tapi lalu muncul pertanyaan penting, “sebenarnya aman nggak sih pakai pantyliner setiap hari untuk kesehatan vagina?”
Pantyliner adalah produk tipis yang ditempelkan di dalam celana dalam untuk menyerap sedikit cairan atau kelembapan. Fungsinya mirip dengan pembalut, tapi tipis banget dan biasanya dipakai untuk:
Pantyliner sering dipromosikan sebagai solusi cepat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan. Banyak orang memakai pantyliner sebelum beraktivitas, saat cuaca panas, atau ketika merasa ada cairan yang keluar dari vagina. Ini bikin pantyliner tampak seperti “keperluan harian” bagi sebagian perempuan.
Dari sisi produk itu sendiri, pantyliner tidak berbahaya bila digunakan dengan benar. Produk ini dirancang untuk menyerap kelembapan ringan dan menjaga area kewanitaan tetap kering. Namun, masalahnya bukan cuma soal produk, tapi bagaimana dan seberapa sering kita menggunakannya.
Beberapa pakar kesehatan menjelaskan bahwa pantyliner bisa aman dipakai, tapi penggunaan setiap hari secara terus-menerus tanpa jeda dan tanpa mengganti secara teratur bisa menimbulkan masalah kesehatan yang perlu kamu tahu.
Baca juga: Tak Disarankan Digunakan Setiap Hari, Ini 3 Kondisi Pakai Pantyliner
Vagina punya sistem pembersihan sendiri yang disebut vaginal microbiome. Di sana hidup bakteri baik seperti Lactobacilli yang membuat area vagina sedikit asam dan membantu mencegah pertumbuhan mikroba jahat. Namun, jika area tersebut terus ditutup dengan pantyliner, terutama yang tidak bernapas (plastic-backed), hal ini bisa mengubah keseimbangan pH vagina. Ketika pH berubah, mikroba yang tidak diinginkan bisa tumbuh dengan lebih mudah.
Kalau keseimbangan mikroflora terganggu, risiko infeksi seperti bacterial vaginosis atau infeksi jamur (yeast infection) bisa meningkat.
Pantyliner yang dipakai terus-menerus bisa menahan panas dan kelembapan di sekitar area vagina. Kondisi ini sebenarnya ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Lingkungan hangat dan lembap ini bisa menjadi alasan mengapa beberapa perempuan mengalami masalah seperti gatal atau iritasi kulit di area sekitar vagina.
Banyak pantyliner dibuat dari bahan sintetis yang mungkin mengandung fragrance (pewangi) atau bahan kimia lain yang bisa membuat kulit sensitif menjadi iritasi. Ini bisa muncul sebagai kemerahan, gatal, atau rasa tidak nyaman bila pantyliner dipakai terlalu sering.
Meskipun pakai pantyliner setiap hari punya risiko tertentu, bukan berarti produk ini sepenuhnya “jahat”. Ada kondisi-kondisi tertentu di mana pantyliner bisa sangat membantu tanpa memberi efek samping berarti:
Intinya, pantyliner bisa dipakai saat benar-benar dibutuhkan, bukan digunakan setiap hari tanpa jeda.
Ilustrasi Wanita Pengguna Pembalut Sintetis. (photo/ilustrasi/freepik)
Supaya kamu tetap merasa nyaman tanpa mengorbankan kesehatan tubuh, berikut beberapa tips yang disarankan para ahli:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com