Ilustrasi stroke (Sumber: Aido Health)
INDOZONE.ID - Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terhenti atau ketika pembuluh darah di otak pecah. Kondisi ini menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan, sehingga sel-sel otak mengalami kerusakan hingga kematian. Akibatnya, stroke dapat menimbulkan kecacatan serius bahkan kematian.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di dunia. Di Indonesia, stroke juga termasuk penyebab kematian terbanyak berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan dan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Karena itu, penting untuk mengenali tanda dan gejalanya sejak dini sebelum berakibat fatal.
Otak manusia mengontrol hampir seluruh fungsi tubuh, mulai dari gerakan, kemampuan berbicara, hingga proses berpikir dan mengingat. Ketika aliran darah terganggu, bagian otak yang terdampak tidak dapat berfungsi secara normal. Jika tidak segera ditangani, kerusakan otak bisa semakin luas dan permanen.
Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis utama:
Selain itu, terdapat kondisi yang disebut Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan, yakni gangguan aliran darah sementara yang gejalanya hilang dalam waktu singkat. Meski terlihat membaik, TIA tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi peringatan awal stroke yang lebih berat.
Baca juga: Gejala Stroke Ringan yang Sering Dianggap Masuk Angin, Padahal Bisa Berbahaya!
Berikut lima tanda utama stroke yang perlu diwaspadai:
Selain itu, gejala lain yang bisa muncul antara lain:
Tenaga medis kerap menggunakan metode FAST untuk mengenali stroke secara cepat. FAST merupakan singkatan dari:
F – Face (Wajah):
Minta orang tersebut tersenyum. Perhatikan apakah salah satu sisi wajah terkulai.
A – Arms (Lengan):
Minta orang tersebut mengangkat kedua lengannya. Perhatikan apakah salah satu lengan melemah atau tidak bisa terangkat.
S – Speech (Bicara):
Minta orang tersebut mengucapkan kalimat sederhana. Apakah bicaranya terdengar pelo atau tidak jelas?
T – Time (Waktu):
Jika gejala-gejala tersebut muncul, segera hubungi layanan darurat atau bawa ke rumah sakit. Penanganan stroke paling efektif dilakukan dalam “golden period” atau waktu emas, yakni sekitar 3–4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Catat waktu awal munculnya gejala untuk membantu tenaga medis menentukan terapi yang tepat.
Baca juga: 8 Ciri Stroke di Usia Muda yang Sering Diabaikan, Jangan Sampai Kena!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Webmd.com