Ilustrasi punggung wanita yang terkena skoliosis. (freepik)
INDOZONE.ID - Kelainan pada tulang belakang merupakan masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Tiga kondisi yang paling sering ditemukan adalah lordosis, kifosis, dan skoliosis.
Banyak orang sulit membedakan ketiga kondisi tersebut karena gejalanya sering terlihat mirip, seperti nyeri punggung, perubahan postur tubuh, atau ketidakseimbangan posisi bahu dan pinggul.
Dalam pembahasan berikut, kita akan mengulas secara lebih mendalam mengenai pengertian, ciri khas, penyebab, cara diagnosis, hingga metode penanganan lordosis, kifosis, dan skoliosis.
Baca juga: 5 Bahaya di Balik Kebiasaan Membunyikan Tulang Sendi Secara Berlebihan
Ilustrasi penderita skoliosis, kifosis dan lordosis. (Healthshots)
Ketiga kelainan tulang belakang ini, memiliki perbedaan utama pada arah kelengkungan tulang belakang.
Secara sederhana, lordosis terjadi ketika tulang belakang melengkung secara berlebihan ke arah depan. Sebaliknya, kifosis ditandai dengan lengkungan berlebihan ke arah belakang pada bagian punggung atas.
Sementara itu, skoliosis merupakan kelengkungan tulang belakang ke arah samping yang tidak normal.
Perbedaan arah kelengkungan tersebut menyebabkan perubahan bentuk postur tubuh yang berbeda pada setiap kondisi.
Pada beberapa kasus, seseorang bahkan bisa mengalami lebih dari satu kelainan tulang belakang secara bersamaan.
Lordosis adalah kondisi ketika tulang belakang memiliki lengkungan yang terlalu menonjol ke arah depan. Kelainan ini biasanya terjadi pada bagian leher (servikal) atau punggung bawah (lumbal).
Beberapa ciri yang sering terlihat pada penderita lordosis antara lain:
- Bagian leher atau pinggang terlihat sangat melengkung ke depan
- Posisi tubuh tampak menonjol ke depan
- Otot punggung terasa tegang
- Timbul nyeri pada area punggung bawah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com