10.000 langkah cegah osteoporosis. (Indozone/Dewi)
INDOZONE.ID - Fun walk dan fun run sangat gencar dan erat dengan gaya hidup warga ibu kota. Bahkan kegiatan ini hampir setiap minggu ada dan antusias warga selalu tinggi.
Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Kemenkes sangat mendukung kegiatan seru fun walk dan fun run buat nge-boost kesadaran publik seperti yang digagas Anlene. Menurut Nadia, kegiatan jalan dan lari bersama bisa jadi langkah awal mengubah gaya hidup.
“Melihat dari pemeriksaan kesehatan gratis 95 persen masyarakat Indonesia kurang aktvitas fisik, kenapa penting buat gen z dan juga kaki mendorong walking fun walk atau fun run itu kita mendukung aktivitas fisik,” ucapnya di Jakarta.
Dengan kegiatan ini, Kemenkes bahkan ingin membangun kesadaran masyarakat adanya risiko osteoporosis. Terutama di usia gen z dan ini adalah sebuah pergeseran yang tai disadari.
“Kalau dulu tua tulangnya rapuh udah biasa dan sekarang gak hanya lansia yang punya faktor risiko kerapuhan tulang, bahkan pada usia muda sudah ada yang mengalami kekurangan dan kerapuhan tulang,” ungkapnya.
Nadia meminta masyarakat arus cegah dan deteksi lebih dini dan berharap dengan adanya kegiatan seperti ini bisa membangun kesadaran masyarakat
“Terlihat dari hasil pemeriksaan masyarakat 95 persen mengalami kekurangan aktivitas fisik, secara diagnostik ,” tambahnya.
Baca juga: Shock! 60% Warga Jakarta Berisiko Osteoporosis Termasuk Gen Z
Kata Nadia, ada beberapa alasan kenapa risiko ini naik di usia muda. Termasuk diet ekstrem yang bikin nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D nggak terpenuhi.
Lalu mereka juga konsumsi kopi berlebih, yang sebenarnya bisa memengaruhi kesehatan tulang.Kurang gerak, meski sudah tahu harus aktif. Serta konsumsi obat untuk diet yang bisa memengaruhi kepadatan tulang.
Apa sih efek jangka panjang buat Gen Z kalau rutin lari atau jalan weekend? Yuk simak penjelasannya.
Baca juga: 10.000 Langkah Sehari Bisa Cegah Osteoporosis
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI): Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), tulang punya punya dua sel penting, osteoblast (pembentuk tulang) dan osteoclast(penghancur tulang). Jika aktivitas fisik cukup, proses ini jadi seimbang dan tulang tumbuh lebih kuat.
“Dengan berjalan atau berlari, ada gaya tarik antara tulang dan otot. Ini membuat otot menguat dan tulang ikut menguat,” jelas dr. Tirza.
Bahkan 10 ribu langkah per hari terbukti meningkatkan bone mineral density (BMD).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan